oleh

Cakades Terpilih dan Kades Terciduk Razia Karaoke, Ini Tanggapan Bupati Pati

Pati, Mitrapost.com – Bupati Kabupaten Pati Haryanto menangapi terciduknya seorang calon kepala desa (Cakades) terpilih dan seorang kepala desa (Kades) dalam razia gabungan penertiban karaoke, Kamis (29/4/2021) malam.

Sebelumnya diberitakan, seorang Cakades yang berasal dari salah satu desa di Kecamatan Wedarijaksa dan Kades yang berasal di salah satu desa di Kecamatan Gabus terjaring razia penertiban di dua tempat yang berbeda.

BPKAD Pati

Cakades terpilih terjaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati berserta Polres Pati di karaoke Hotel New Merdeka, Pati Kota. Sementara Kades terjaring di salah satu karaoke di Kecamatan Juwana.

Baca juga: DPRD Pati Sayangkan Adanya Oknum ASN Asyik Karaokean di Masa PPKM

Bupati Pati Haryanto menyayangkan perilaku Cakades maupun kades ini. Menurutnya perilaku ini seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pemimpin.

Pihaknya pun, sebelumnya, telah memberikan arahan kepada Cakades terpilih untuk menjadi panutan masyarakat terlebih di masa pandemi Covid-19 ini serta di bulan suci Ramadan ini.

Menurut Haryanto, Cakades maupun kades ini akan mendapatkan sanksi moral di masyarakat selain mendapatkan sanksi denda oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati.

“Yang jelas dia terkana sanksi moral, karena baru saja saya berikan arahan dari pak wakil menjadi pemimpin panutan. Ya ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangong karso, tut wuri handayani. Ternyata dia ndak bisa jadi panutan, apalagi dalam kondisi bulan suci Ramadan, tiba-tiba malah melakukan semacam itu,” ujar Haryanto, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Duh, Cakades Terpilih dan Kades di Pati Terjaring Razia Penertiban Karaoke

Sanksi denda sendiri, mereka diwajibkan membayar Rp100 ribu untuk Cakades terpilih dan Rp300 untuk kades. Hal ini sesuai dengan Perbup Pati nomor 66 tahun 2020 tentang PPKM.

“Sanksi jelas sesuai dengan Perbup 66 tahun 2020 karena mereka tidak penyelanggara, diswab dan dilaporkan negatif kalau negatif kan tidak kami tahan,” tuturnya.

“Oleh karena itu ini menjadi introspeksi paling tidak dia diketahui rakyatnya. Diketahui oleh pendukungnya. Lebih lebih di bulan suci Ramadan,” tandas Haryanto. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Komentar

Berita Terkait