oleh

Polisi Bongkar Kasus Ribuan Alat Rapid Test Bekas

Mitrapost.com– Polisi kini membongkar kasus terkait ribuan alat rapid test bekas yang disalahgunakan oleh pegawai Kimia Farma.

Peristiwa ini terjadi di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dengan jumlah sebanyak ribuan.

BPKAD Pati

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, penyalahgunaan alat rapid test tersebut sudah dilakukan sejak Desember 2020.

Baca Juga: Jemput Bola, Polres Pati Tes Rapid Antigen Perantau Sampai Desa-Desa

Polisi juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dari hasil pemeriksaan menggunakan alat rapid bekas.

“Yang jelas ini barang buktinya ada Rp 149 juta dari tangan tersangka. Dan yang jelas, satu hari ada 100-150 dan 200 penumpang yang ikut melakukan tes swab ini. Kalau hitung 100 saja, kali 90 hari, sudah ada 9.000 orang,” ujar Panca (29/4/2021)

Saat ini, polisi juga sudah menetapkan 5 tersangka, diantaranya adalah Business Manager PT Kimia Farma di Medan dengan inisial PC.

Sedangkan, 4 tersangka lainnya merupakan pegawai Kimia Farma dengan inisial DP, SP, MR, dan RN.

Baca Juga: Narapidana Lapas Semarang Dikukuhkan Jadi Anggota Satgas Covid-19

Penggunaan alat rapid tes tersebut, digunakan oleh para tersangka untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Tercatat sebesar Rp 1,8 miliar keuntungan dari hasil penyalahgunaan alat rapid bekas tersebut.

Pendaur ulangan dilakukan oleh PC yang juga menjadi koordinator dalam kasus yang ada. Alat rapid kemudian digunakan kembali untuk masyarakat yang akan melakukan rapid tes antigen di Bandara Kualanamu.

Panca juga mengungkapkan bahwa pendaur ulangan alat dilakukan di Laboratorium Kimia Farma yang berada di jalan RA Kartini, Medan.

Baca Juga: Sasar Sejumlah Tempat Wisata, Pengunjung Karangjahe Menjalani Tes Rapid Acak

Para pelaku dijerat dengan menggunakan pasal 98 ayat 3 jo pasal 196 Undang- undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Tersangka juga dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan juga denda paling banyak Rp 1 miliar.

Selain pasal diatas, para tersangka juga terjerat pasal 8 huruf b, d dan e jo Pasal 62 ayat 1 Undang- undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Serta ancaman penjara paling lama 5 tahun serta denda Rp 2 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Korban Rapid Test Bekas Pegawai Kimia Farma Diperkirakan Ribuan Orang”

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Komentar

Berita Terkait