oleh

Tingkatkan Nafsu Makan, KTT Mendo Mulyo Olah Jamu Ternak

Pati, Mitrapost.com Melimpahnya tanaman empon-empon di Kecamatan Tlogowungu dimanfaatkan oleh peternak setempat sebagai bahan jamu untuk hewan ternak.

Salah satunya Kelompok Tani Ternak (KTT) Mendo Mulyo yang memanfaatkan tanaman empon-empon sebagai jamu untuk ternak kambing.

Bpkad Pati

Wakil Ketua KTT Mendo Mulyo, Muhtarom, mengungkapkan kelompoknya membuat produk olahan jamu untuk pertolongan pertama dalam mengatasi penyakit ringan pada kambing.

“Kami manfaat empon-empon yang berasal dari pekarangan untuk diolah menjadi jamu. Pentingnya jamu ini untuk mengatasi penyakit ringan pada kambing-kambing kami,” jelasnya belum lama ini.

Meski demikian, penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh mantri dan dokter hewan agar dapat ditangani secara tepat.

Baca juga: Panen Sembung, Poktan Tani Mulya Mandiri Jadi Produsen Bahan Jamu

Baca Juga :   Pendapatan Retribusi TPI di Pati Mencapai Rp3,6 Miliar Hingga Juni 2021

Selain itu, jamu ternak juga dapat digunakan sebagai peningkat nafsu makan hewan ternak.

Muhtarom menjelaskan, untuk membuat jamu ternak dibutuhkan 1 kg temulawak, kunyit 1/2 kg, jahe 1/2 kg, daun sirih 1 kg, asam jawa 1/2 kg. Kemudian ditumbuk. Setelah itu diberi air, lalu diperas hingga mencapai volume 20 liter.

Selanjutnya, tambahkan bakteri EM-4 sebanyak 1/2 liter dan campurkan molases sebanyak 1/2 botol. Kemudian tuangkan ke dirigen dan tutuplah dengan rapat agar gasnya tidak menguap. Adonan tersebut difermentasi selama 14 hari. Setiap 3 hari sekali dibuka.

Baca juga: Rasa Asam Teh Herbal Rosela dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Binaan Desa Tlogosari, Sri Murtitik, menjelaskan olahan jamu tersebut dapat dicampurkan pada minuman atau comboran kambing.

Baca Juga :   Terjepit Mesin Gerinda, TKI Asal Pati Meninggal di Taiwan

“Cara pemakaiannya dicampur di minuman maupun comboran kambing. Bisa juga dicekokan (diminumkan) langsung ke kambing,” imbuhnya.

Ia menyebut harga jamu ternak per botol mencapai Rp10.000, namun pemasarannya masih di lingkup anggota kelompok.

“Jamu ini mampu bertahan sampai lama, karena fermentasi. Bisa mencapai 2 (dua) bulan,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Bagan Warna Daun, Petunjuk Tepat Pemupukan Tanaman

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait