oleh

Darurat Covid-19, Bupati Pati Imbau Tempat Ibadah Tutup Dua Pekan

Pati, Mitrapost.com – Status Kabupaten Pati yang masuk zona merah membuat Bupati Pati Haryanto mengimbau kepada tempat ibadah untuk tidak menerima jamaah selama dua pekan.

Hal ini diungkapkan Haryanto kepada awak media selepas melakukan monitoring desa-desa yang mempunyai warga karantina mandiri di rumah dari Klaster PT Dua Kelinci, Kamis (17/6/2021) lalu.

Bpkad Pati

Keputusan ini ia ambil setelah adanya surat edaran dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati yang intinya bagi daerah yang zona merah diharapkan beribadah di rumah.

Baca juga: Tekan Kasus Covid-19 di Demak, DISDAGKOP UKM Perketat Pasar

“Ini ada surat edaran dari menteri agama. Jadi saya memberikan surat edaran sifatnya menghimbau jangan sampai ada kerumunan. Tempat ibadah ya ndak hanya masjid, musala tetapi juga gereja nanti,” ujar Haryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati.

Baca Juga :   Karyawan Dua Kelinci yang Bekerja Dipastikan Hasil Swabnya Negatif  

Ia tidak mau tempat ibadah menjadi klaster penyebaran virus corona kembali. Setelah pada akhir bulan Ramadan lalu, ada klaster penyebaran Covid-19 dari Masjid Al-Istiqomah di Perumahan RSS Sidokerto Pati.

“Jadi lebih baik ibadah di rumah saja. (Tempat ibadah) tidak untuk beraktivitas. Karena kalau tidak terkontrol bisa jadi klaster. Penutupnya dalam kurun waktu dua minggu ke depan,” jelas Haryanto.

Baca juga: Dampak Lonjakan Kasus Covid-19, Wisata Mantingan Kembali Ditutup

Menurutnya, keputusan ini tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Pati. Lantaran pada awal pandemi Covid-19 di bulan Mei 2021 lalu, Pemkab Pati telah melakukan langkah yang serupa. “Ini tidak asing ya. Dulu pernah kita lakukan kok. Awal tahun 2020 pernah kita lakukan,” kata Haryanto.

Baca Juga :   Pati Dapat Jatah 13.200 Dosis Vaksin di Bulan Juni

Bahkan, Masjid Agung Baitunnur Pati telah melakukan langkah ini sebelum diterbitkannya surat edaran dari dirinya.

“Masjid Agung Baitunnur sudah melakukan langkah. Sebelum ada surat edaran dari saya sudah membuat langkah, sudah mulai ditutup. Karena masjid (agung) itu digunakan tempat transit dari luar daerah lain. Jadi mengantisipasi dari daerah lain,” tandas Haryanto. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait