oleh

Dishub Pati Ajukan Vaksinasi bagi 310 Pelayan Transportasi Publik

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati telah mendata jumlah sopir kendaraan umum atau pelayan transportasi publik untuk menerima vaksinasi di tahap selanjutnya, sebanyak 310 peserta.

Plt Kepala Dinas Perhubungan, Teguh Widyatmoko mengatakan penerima vaksin terdiri dari driver dan kenek angkutan umum, angkutan desa (angkudes), dan bis trayek. Termasuk juga dalam data tersebut driver ojek online dan pengelola di terminal.

“Data sudah kami kirimkan. kita menunggu jadwal dari dinas kesehatan. Semua pengemudi diusulkan dari bis sampai angkudes dan ojek online,” kata Teguh kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya kemarin.

Teguh berharap, dengan adanya vaksinasi untuk pelayan transportasi publik, angka penularan Covid-19 bisa berkurang, serta tidak terjadi klaster di angkutan umum. Pasalnya, pelayanan transportasi publik banyak berinteraksi dengan banyak orang.

Baca Juga :   Patifosi Khawatir Persipa Tak Terurus

Ditanya mengenai tracing untuk pelayanan transportasi publik, Teguh mengungkapkan dalam waktu dekat belum akan melakukan, mengingat ketersediaan alat deteksi Covid-19 di Pati sangat terbatas.

“Tinggal jadwal saja vaksinnya. Kalau tracing belum, cuma kita himbau yang dalam perjalanan jika ada yang reaktif atau merasakan gangguan kesehatan segera untuk istirahat dirumah,” katanya.

Untuk mengetahui kapan vaksinasi untuk masyarakat umum akan dicanangkan, Mitrapost.com meminta keterangan kepada Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Joko Leksono Widodo.

Ia mengatakan, vaksinasi untuk masyarakat umum direncanakan akan berjalan pada bulan Juli ini.

“Vaksinasi di Pati masih diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes), pelayan publik dan lanjut usia (lansia). Untuk masyarakat umum direncanakan mulai bulan Juli dengan usia 18 s/d 50 tahun secara bertahap dan menyesuaikan jumlah dosis vaksin yang ada,” kata Joko saat dihubungi terpisah.

Baca Juga :   Diadakan Secara Daring, Peserta Latsar CPNS Berharap Dapat Subsidi Kuota Internet

Jika sudah tiba waktunya, masyarakat akan menerima informasi/ pemanggilan vaksinasi dari desa atau Puskesmas.

Masyarakat diminta membawa KTP dan no HP yang bisa dihubungi sebagai identitas diri dan pengecekan NIK untuk memastikan sudah menjalani vaksinasi dari tempat lain atau belum.(*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar