oleh

Bupati Klaten Tegur Perusahaan Yang Masih Terapkan Shift Malam

Mitrapost.com – Bupati Klaten Sri Mulyani menegur sejumlah perusahaan yang masih menerapkan shift malam bagi para karyawan.

Ia menuturkan bahwa hal tersebut, bertentangan dengan aturan penerapan PPKM Darurat yang sedang berlangsung.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Oleh karena itu, ia meminta kepada perusahaan yang ada untuk menaati aturan yang sudah diterapkan, diantaranya adalah dengan tidak menerapkan shift malam di perusahaan.

“Jalan sudah ditutup, pedagang diminta tutup, tapi industri masih ada shift malam. Ini saya minta produksi hanya berlangsung maksimal hingga pukul 20.00 sesuai aturan PPKM Darurat. Hanya selama PPKM Darurat berlaku, tolong bantu kami,” ungkapnya saat menggelar sidak di PT Macanan Jaya Cermelang, Klaten Utara, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga :   Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Jateng Komitmen Jogo Plesiran Destinasi Wisata

Adapun perusahaan yang didatangi bupati untuk melakukan sidak diantaranya adalah PT JJ Glove Indoe, PT Hemosa Garment Internasional, dan PT Surya Berkat Indonesia. Dimana ketiga perusahaan tersebut, masih menerapkan jam malam selama PPKM Darurat.

Sehingga, ia meminta perusahaan tersebut untuk mengatur kembali jam operasional, guna menghindari produksi di malam hari.

“Silahkan disesuaikan, karena aturannya sudah jelas. Segera buat jam operasional yang baru agar tidak ada lagi aktivitas produksi di malam hari,” paparnya.

Bupati juga manyoroti masih adanya perusahaan yang melanggar aturan. Dimana seharusnya, karyawan hanya diperbolehkan masuk dengan total 50 persen. Namun, fakta di lapangan, karyawan yang masuk masih 100 persen.

Baca Juga :   Gubernur Jateng Siap Lakukan Percepatan Vaksinasi

“Ini juga menjadi sorotan kami, ternyata masih ada yang 100 persen masuk meskipun dibagi shift, harusnya tidak boleh seperti ini. Jangan sampai kebijakan perusahaan justru menimbulkan dampak negatif kepada upaya Pemkab Klaten yang tengah berusaha menekan penyebaran Covid-19,” katanya.

Ia juga memberi peringatan kepada perusahaan, agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya di lingkungan perusahaan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah timbulnya klaster baru. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait