Pati, Mitrapost.com – Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Joko Leksono Widodo mengungkapkan ketersediaan vaksinator di Kabupaten Pati, mencukupi untuk program percepatan vaksinasi.
Rinciannya, para vaksinator terbagi menjadi dua yaitu vaksinator sipil dan vaksinator gabungan militer dan kepolisian .
Joko menyebut, Satgas Covid-19 Pati mempunyai 82 tim vaksinator yang sudah memenuhi standar untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Bahkan 22 tenaga vaksinator diantaranya jarang digunakan, lantaran stok vaksin tak menentu.
“Tapi yang efektif baru 60 vaksinator yang 22 jarang melakukan vaksinasi karena kondisi vaksin dari Kemenkes tidak banyak. Hanya kegiatan tertentu yang kita pakai. Kita fokuskan ke Puskesmas dulu. Yang di rumah sakit, polres itu mereka punya kegiayan sendiri,” ungkap Joko saat diwawancarai di kantornya.
Selain tenaga vaksinator yang cukup, antuasiasme warga sipil untuk mengikuti program vaksinasi juga meningkat seiring terjadinya serangan lonjakan kasus Covid-19
Masyarakat mulai sadar jika vaksinasi bisa memberi efek perlindungan, sehingga jika terpapar Covid-19 bisa meminimalisir gejala. Selain itu, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga jarang ditemukan.
Sayangnya meski pihak Dinkes menyatakan ketersediaan vaksinator cenderung stabil, dropping vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi sering terlambat. Kondisi ini membuat capaian vaksinasi di Pati belum bisa mencapai 50 persen.
“Ada berbagai alasan kenapa sangat sedikit bukannya kita tidak punya vaksinator,” terang Joko.
Masih terkait vaksinasi, masyarakat diminta untuk tidak termakan hoax terkait program vaksinasi Covid-19.
Joko menegaskan, vaksin yang dipakai pada vaksinasi gelombang masyarakat sipil, kualitasnya sama dengan yang digunakan oleh pejabat publik.
“Vaksinnya dari Kemenkes pusat, tidak ada dari sumber lain. Dan hanya merek sinovac yang kami pakai,” tandas Joko. (*)
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra
Wartawan Area Kabupaten Pati






