Pati, Mitrapost.com – Sebanyak empat sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pati Kota akan menggelar uji coba atau simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada pekan depan.
Keempat sekolah dasar itu yakni, SDN Pati Wetan 2, SDN Pati Lor 2, SDN Pati Kidul 1 dan SD Kanisius. Dua sekolahan terakhir sudah menjalani uji coba PTM sejak pekan lalu, Senin (6/9/2021). Sementara SDN Pati Wetan 2 dan SDN Pati Lor 2 baru akan menjalani uji coba PTM mulai pekan depan, Senin (20/9/2021).
Kebijakan ini dilakukan lantaran uji coba PTM pada pekan lalu dinilai berhasil tanpa menimbulkan klaster Covid-19. Seluruh siswa maupun guru yang mengikuti uji coba PTM negatif Covid-19 setelah dilakukan tes swab antigen.
“Kedua SD tersebut pada awal PTM masuk dua hari selama sepekan. Sehari dua jam pelajaran. Pekan ini, melakukan PTM boleh memilih hari. Senin-Kamis atau Selasa-Jumat. Yang penting empat hari,” kata Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Pati, Sutrisno.
Selain empat SD di Kecamatan Pati Kota, empat SMP di Pati Kota juga menggelar uji coba PTM. Sementara di kecamatan lain ada 3 SD dan 2 SMP yang menggelar uji coba atau simulasi pembelajaran tatap muka pada pekan depan.
“Sementara itu dulu. Pekan depan jalan. Pati kota ada empat SD, kecamatan lain tiga. Soalnya, menjadi percontohan ini,” imbuhnya.
Untuk SMP ada tambahan dua sekolah. Yakni, SMPN 1 Pati dan Sekolah Islam Al Azhar Pati. Sebelumnya SMP 3 dan 5 saja yang mengikuti. “Untuk SMP pekan ini sudah dimulai. Karena mereka sudah siap. Sudah matang,” paparnya.
Lewat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, Puskesmas mempunyai tugas menswab anak dan guru. Hasilnya tidak ada kasus covid-19.
“Jumat (10/16) ada rapat dengan tim gugus covid-19. Nanti mengajukan sekolah yang siap melakukan PTM. Nanti akan dievaluasi. Bisa mengikuti PTM apa tidak. Rencananya akan ditambah enam siswa. Jadi tiap kelas ada 20 siswa,” katanya.
Dia menuturkan, pelaksanaanya harus melakukan Prokes ketat. Serta wali murid harus melakukan antar-jemput siswa. Hal ini untuk menghindari siswa pergi ke tempat lain seusai jam sekolah. “Prokes di sekolah bagus. Tapi banyak kasus. Soalnya, siswa ini ngopi. Tertular dari luar sekolah. Makanya kali ini diantar jemput,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD 02 Wetan Sumiyati mengatakan, Sabtu ini sekolahnya sudah siap. Ketersediaan protokol kesehatannya. Kemarin (16/9) tengah disiapkan. Beberapa guru tampak menyiapkan jalur siswa.
“Ini kami tengah mengupayakan Prokesnya. Mulai jalur masuk dan keluar siswa. Kemudian tempat cuci tangan hingga ruang kelas. Sabtu sudah clear semua ini,” ungkapnya ditemui terpisah. (*)
Wartawan






