oleh

Guru Honorer di Kebumen Ikuti Tes Kompetensi Calon Guru PPPK

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Sebanyak 2.954 peserta tes kompetensi calon guru PPPK tahap pertama mengikuti tes berbasis Computer Assisted Test (CAT). Tes ini diselenggarakan pada empat lokasi di Kebumen, yakni SMKN 1, SMKN 2, SMAN 1, dan SMAN 2 Kebumen.

Arif Sugiyanto, Bupati Kebumen, mengungkapkan peserta tes harus menerapkan protokol Kesehatan. Peserta harus diwajibkan tes swab dengan hasil negatif Covid-19.

“Dan kita lihat hari ini semua berlangsung dengan baik, tertib, dan teratur sesuai dengan penerapan protokol kesehatan. Mereka yang ikut tes dipastikan harus sudah ikut vaksin, sudah rapid test, dan juga dinyatakan negatif Covid-19. Artinya mereka dalam kondisi sehat,” tambah Bupati Arif, di SMKN 2 Kebumen, beberapa hari lalu.

Baca Juga :   Kabupaten Rembang Resmi Membuka Pendaftaran CPNS dan PPPK

Penyelenggaraan tes bagi calon guru PPPK diharapkan mendarmabaktikan dirinya demi kemajuan Pendidikan di Kebumen.
“Semoga PPPK ini bisa menjadi jawaban dari keinginan para guru honorer di Kebumen, yang juga harus terus kita perhatikan kesejahteraannya. Mereka adalah pahlawan yang sudah banyak berjuang mendidik putra-putri Kebumen menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Asep Nurdiana menambahkan, tes calon guru PPPK ini dilaksanakan dari 13 sampai 17 September 2021. Dengan begitu, peserta yang tidap dapat hadir dapat mengikuti tes dilain hari.

“Mereka yang suhunya di atas 37,3 derajat, kita minta jadwal ulang, demikian juga yang dinyatakan positif,” ujar Asep menambahkan.

Baca Juga :   Pengangkatan Guru Honorer menjadi PPPK Harus Jadi Prioritas di Pati

Lebih lanjut kepala dinas menjelaskan, seleksi PPPK terdiri dari tiga tahap, kuota formasi per daerah disesuaikan dengan jumlah guru honorer setiap sekolah.

“Kemudian tahap kedua, jika mereka gagal di tahap pertama maka bisa mengikuti tahap kedua yaitu bersaing dengan guru-guru antar kecamatan. (Mereka) boleh mendaftar di dalam wilayah satu kabupaten,” ujar Asep.

Selanjutnya, tahap ketiga diikuti oleh para peserta berasal dari cakupan lokasi yang lebih luas, yakni dari luar Kabupaten Kebumen, bahkan dari luar Provinsi Jawa Tengah. (*)

Komentar