Pati, Mitrapost.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati mempersilahkan Pondok Pesantren (Ponpes) di seluruh Kabupaten Pati mengadakan kegiatan Hari Santri.
Hal ini disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Pati, Ali Arifin. Ia menjelaskan bahwa hari santri merupakan momen untuk merenung bersama.
“Di saat hari santri merupakan momentum untuk merenung bersama, bagaimana santri memberikan sumbangsih terhadap pembangunan di Negara Indonesia ?” ungkapnya.
Ia melanjutkan secara khusus di internalnya terjalin eksistensi pesantren yang memang benar-benar santri sejati. “Artinya, santri dapat memberikan contoh keteladanan yang nyaman bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, ia mengungkapkan kesederhanaan santri yang berada di desa yang identik dengan sarung serta peci.
“Itu semua cerminan dari kesederhanaan. Teman-teman santri juga ikhlas dalam sumbangsih kepada orang lain, dia juga belajar apa adanya sampai tuntas,” jelasnya kepada Mitrapost.com, Kamis (7/10/2021).
Ia menegaskan perbedaan santri jika dibandingkan dengan orang yang kuliah. Terutama dari sisi sarana dan prasarana, akomodasi, konsumsi, dan lain sebagainya.
“Tapi dari nilai hasilnya, santri tidak kalah. Artinya, kajian agamanya bagus dan apabila kita berbicara tentang moderasi beragama, teman-teman santri sudah ahlinya disana,” terangnya.
Kemudian santri-santri membawa kesederhanaan, berbicara santun, membaca kitab kuning, dan masih banyak lagi.
Lebih lanjut, Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober 2021. Mengusung tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’. (*)

Wartawan Mitrapost.com
