oleh

110 Ribu Batang Rokok Ilegal Terjaring Razia pada Tahun Ini

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Sebanyak 110 ribu batang rokok ilegal terjaring razia sejak Januari 2021 hingga awal November 2021 ini. Ribuan rokok ilegal ini dari polosan atau tak bermerek hingga merek tiruan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono. Ia menuturkan, pihaknya menemukan ribuan rokok tak bercukai ini dari berbagai kecamatan.

“110 ribu batang rokok cukai ilegal kami temukan selama tahun 2021. Menyebar di wilayah Kabupaten Pati di 21 kecamatan,” tutur Sugiyono, Rabu (17/11/2021).

Dia mengungkapkan, rokok-rokok ini berasal dari dalam Kabupaten Pati maupun luar Kabupaten Pati. Namun, ia tak menjelaskan secara detail berapa rinciannya. “Pabrik dari dalam dan luar Pati mas,” ujar Sugiyono.

Baca Juga :   600 Pedagang di Pasar Kayen Tertib Terapkan Prokes

Ratusan ribu batang rokok ilegal ini membuat hasil bea cukai tembakau tak maksimal. Meskipun demikian, hasil bea cukai ini mengalami peningkatan tiap tahun di Kabupaten Pati. Terutama dalam kurun dua tahun terakhir, kabupaten Pati alami kenaikan pemasukan dari hasil bea cukai tembakau.

Peningkatan ini dinilai hasil dari razia-razia rokok ilegal oleh Bea Cukai dan Satpol PP Kabupaten Pati. Ratusan rokok ilegal ini pun dimusnahkan secara massal di Bea Cukai Kudus pada Rabu, 17 November 2021 ini.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan mesti tidak banyak penghasilan dari uang cukai tembakau, namun kian tahun ada peningkatan hasil cukai tembako.

“Bukan hal yang pertama atau baru terhadap penggunaan dana hasil cukai ini. Kita dari tahun ke tahun kita mendapatkan suport dari dana cukai yang ada. 2018 nilainya kecil, 2019, juga kecil. 2020-2021 lumayan meningkat,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Esport di Pati Mulai Dilirik Pemerintah dan Sponsor

Pada tahun ini sendiri, kata Haryanto, Pati mendapatkan Rp12 miliar dari bea cukai hasil tembakau. Dengan alokasi penggunaan Rp3 miliar pada sektor kesehatan, kesejahteraan rakyat lebih dari Rp6 miliar, serta penegakkan hukum teralokasi sekitar Rp2 miliar.

“Ini sangat membantu di saat kita mencari alokasi, terutama Covid-19 kita merasa terbantu sekali. Mudah-mudahan tahun besok agak banyak, karena (tahun ini) banyak yang dikurangi anggaran (APBD) kita,” tandasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar