oleh

Musim Tanam Pertama, Petani Rembang Diminta Waspada Serangan Hama

Rembang, Mitrapost.com – Jelang musim tanam pertama, Dinas Pertanian Kabupaten Rembang imbau masyarakat untuk mewaspadai adanya serangan penyakit dan hama pada tanaman.

Musim tanam pertama sudah dimulai sejak bulan November 2021. Beberapa kecamatan di Kabupaten Rembang sudah melakukan tanam pertama padi mereka, salah satunya yaitu Kecamatan Kaliori.

Dalam musim tanam pertama ini masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) dan hama yang menyebabkan gagal panen.

Hama yang sering menyerang tanaman padi di Kabupaten Rembang yaitu penggerek tanaman dan wereng.

Perlu diketahui, penggerek tanaman berasal dari adanya siklus alam yaitu kupu-kupu yang bertelur di batang tanaman. Sedangkan wereng adalah hama penghisap cairan tanaman sehingga jika dibiarkan akan menurunkan kualitas hasil panen.

Baca Juga :   Raja Salman Mendukung Denuklirisasi Iran pada Sidang PBB

“Kalau di Rembang mungkin yang perlu diwaspadai dua itu tadi ya, ada penggerek tanaman dan wereng. Selama ini di Rembang kebanyakan kasusnya itu,” kata Desti Muryadi selaku Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang pada Rabu (01/12/2021).

Masyarakat diharapkan dapat segera melaporkan kepada pengamat organisme pengganggu tanaman yang bertugas di lapangan jika menemukan hama.

“Kalau dari masyarakat pengamatan dilakukan saat baru pertama kali menanam. Karena semakin dini pengamatan dilakukan semakin baik untuk mencegah terjadinya serangan yang bersifat eksplosif” ujar Suwandi staf bidang tanaman dan holtikultura Dispertan Rembang.

Waspada akan serangan hama dan penyakit pada tanaman, utamanya padi harus dilakukan sedini mungkin untuk para petani. Hal tersebut dikarenakan petugas OPT tidak bisa selalu mengamati kegiatan di musim tanam.

Baca Juga :   Atasi Hama Penggerek Batang, Petani Desa Wotan Terapkan Electric Light Trap

Sehingga dengan pengamatan yang tepat, diharapkan serangan penyakit dan hama tidak serta merta langsung bersifat eksplosif atau merusak. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Komentar

Berita Terkait