Pati, Mitrapost.com – Bupati Pati Haryanto menyampaikan fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022.
Ia memaparkan 6 kebijakan utama yang akan dituntaskan pada tahun depan. Beberapa diantaranya meliputi:
1. Melanjutkan pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan;
2. Menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan;
3. Peningkatan SDM yang unggul, berintegritas dan berdaya saing;
4. Melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi;
5. Penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesehatan antar daerah;
6. Melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero based budgeting untuk mendorong agar belanja lebih efisien.
“Alokasi dana APBN yang dikelola oleh KPPN Pati pada tahun 2022 secara keseluruhan berjumlah Rp 1,499 triliun turun sebesar 0,46 persen dibandingkan dengan alokasi tahun 2021 sebesar Rp 1,506 triliun,” ungkapnya.
Dana itu dikelola satuan kerja pemerintah pusat, belanja tugas dana pembantuan yang dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik maupun Dana Desa (DD).
Ia menyampaikan bahwa APBN maupun APBD merupakan amanah yang dipercayakan pemerintah pusat untuk dikelola dengan baik di daerah.
“Agar setiap rupiah yang kita belanjakan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat di Kabupaten Pati,” ujar Haryanto.
Haryanto berharap kinerja seluruh satker di wilayah Kabupaten Pati dapat semakin ditingkatkan dan berkualitas sesuai target dan capaian yang telah ditetapkan.
Di kesempatan itu, Haryanto turut menghadiri Penyerahan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DIPA) petikan Tahun Anggaran (TA) 2022 di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (13/12/2021).
Dirinya berterimakasih kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pati yang telah melaksanakan kegiatan penyerahan DIPA TA 2022.
Penyerahan DIPA dilakukan oleh Kepala KPPN Pati kepada Bupati Pati dengan disaksikan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) beserta perwakilan para Camat dan perwakilan Kepala Desa.
Kepala KPPN Pati, Marno mengungkapan kinerja penyaluran DAK fisik Kabupaten Pati merupakan realisasi tertinggi dibanding seluruh kabupaten lain lingkup Provinsi Jawa Tengah.
Lebih lanjut Marno mengungkapkan, upaya percepatan belanja satker K/L dimasa pandemi adalah melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, membangun komunikasi melalui kegiatan FGD, sosialisasi one on one meeting, dan membangun berbagai layanan untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan pada KPPN Pati.
Dalam upaya peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran 2022, langkah yang harus dilakukan diantaranya dengan melakukan percepatan penyerapan anggaran pada awal tahun serta melakukan proses pengadaan barang jasa pada bulan Desember 2021.
Selanjutnya, menjaga konsistensi antara realisasi pelaksanaan pekerjaan dengan rencana kegiatan rencana kebutuhan dan penarikan dana yang telah ditetapkan.
“Terakhir yaitu dengan meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran dengan melakukan evaluasi capaian indikator kinerja pelaksanaan anggaran dan nilai evaluasi kinerja anggaran (EKA) SMART secara rutin dan berkala,” tandasnya.
Di kesempatan ini juga diserahkan penghargaan bagi Kecamatan Terbaik dalam pengelolaan Dana Desa Tahun 2021 adalah peringkat 1 Kecamatan Trangkil , peringkat 2 Kecamatan Dukuhseti dan peringkat 3 Kecamatan Tayu
Sedangkan, penghargaan pengelolaan Dana Desa Terbaik Tahun 2021 di tingkat desa peringkat 1 diraih Desa Kenanti Kecamatan Dukuhseti, Desa Ngemplak Lor Kecamatan Margoyoso dan Desa Karangwage Kecamatan Trangkil. (*)
Redaksi Mitrapost.com






