Ombudsman RI Endus Permainan Mafia Minyak Goreng

Mitrapost.comMinyak goreng subsidi masih menjadi barang langka untuk masyarakat. Dalam hal ini,  Ombudsman Republik Indonesia (RI) mengungkap ada fenomena penimbunan, pengalihan dan panic buying pada kelangkaan stok minyak goreng.

 

Hal tersebut berdasar pada hasil data dari 34 provinsi di Indonesia.
“Pertama penimbunan, saya harap Satgas Pangan bereaksi cepat, jika ketegasan diberikan begitu Satgas Pangan tegas, upaya penimbunan bisa selesaikan,” kata Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dalam dialog daring bertajuk Menjamin Ketersediaan Minyak Goreng, Selasa (8/2/2022).

Ia mengungkapkan bahwa ada oknum dari pasar modern menjual minyak goreng subsidi ke pasar tradisional.

“Jadi kenapa barang di pasar modern (minimarket-supermarket) itu langka karena ada oknum yang menawarkan ke pasar tradisional. Pengalihan di pasar modern itu dengan menjual ke pasar tradisional dengan harga Rp 15.000 misalnya,” beber Yeka.

Kemudian terkait panic buying yang terjadi pada masyarakat, ia mengatakan bahwa Ombudsman telah menerima foto-foto yang menggambarkan kasus tersebut.

Ia juga menilai harga minyak goreng saat ini masih terbilang tinggi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Terjadi perkembangan harga di beberapa daerah Aceh masih Rp 18.000/liter, Sumatera Utara Rp 19.000/liter, Sumatera Barat Rp 18.000/liter, Kalimantan Timur Rp 22.000/liter, Jawa Barat Rp 22.000/liter,” kata Yeka. (*)

Artikel ini telah tayang Detik News dengan judul Minyak Goreng Langka, Ombudsman Endus Permainan Mafia”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati