Mitrapost.com – Ternyata banyak aplikasi yang sering kita unduh dari ponsel melalui Google Play Store, yang berpotensi bisa curi data pribadi kita. Kemudahan dalam mengunduh dan mengakses, terkadang membuat kita lupa bahwa ada bahaya yang diam-diam mengintai kita melalui sebuah aplikasi.
Polda Metro Jaya melalui akun Instagram resminya yaitu @siberpoldametrojaya terlihat membagikan informasi berkaitan dengan aplikasi yang diduga dapat mencuri data para penggunanya pada Selasa, 19 April 2020 kemarin.
Berdasarkan unggahan Polda Metro Jaya, aplikasi-aplikasi tersebut merupakan aplikasi salat dan adzan. Aplikasi ini sendiri telah beredar di Google Play Store secara bebas dan telah diunduh oleh 10 juta pengguna.
Sedangkan untuk data-data yang dicuri diantaranya adalah Global Positioning System (GPS), nomor telepon, bahkan sampai kata sandi. Apabila Anda memasukkan alamat email, maka itu pun bisa dicuri melalui aplikasi tersebut.
Cara kerja aplikasi ini dalam mencuri data adalah dengan melalui pengembangan perangkat lunak pihak ketiga. Perangkat lunak inilah yang membackup kemampuan untuk menangkap konten clipboard, data GPS, alamat email, nomor telepon, hingga alamat MAC router modem pengguna SSID jaringan.
Agar Anda dapat terhindar dari kejahatan pencurian data ini, ada baiknya Anda menghafalkan nama-nama aplikasi yang berpotensi mencuri data pribadi Anda.
Nama aplikasi yang terindikasi mencuri data pribadi tersebut diantaranya Speed Camera Radar, Al Moazin Lite, dan WIFI Mouse yang telah diunduh sebanyak 10 juta download.
Sedangkan aplikasi QR & Barcode Scanner dan Qibla Compass – Ramadan 2022 yang juga diketahui mencuri data pribadi ini, telah mencapai pengguna sebanyak 5 juta download.
Dan aplikasi pencuri data pribadi dengan jumlah download sebanyak 1 juta diantaranya Simpel Weather & Clock Widget, Handcent Nex SMS Text W/MMS, Smart Kit 360, Al Quran MP3 – 50 Recutirs & Translation Audio, Full Quran MP3, dan Audiosandroid Audio Studio DAW.
Anda dapat memeriksa lagi apakah Anda termasuk pengguna dari aplikasi-aplikasi di atas. Apabila iya, maka sebaiknya Anda segera membatalkan instalasi. Anda juga bisa merubah semua password Anda untuk menghindari pencurian data.
Dengan adanya hal ini, semoga kita semakin waspada dengan berbagai modus kejahatan. Apalagi kejahatan yang menggunakan akses digital. (*)
Redaksi Mitrapost.com






