Rembang, Mitrapost.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang menyarankan pemerintah desa se-Kabupaten Rembang untuk menyisihkan dana desa (DD)-nya untuk pembangunan dan pengelolaan perpustakaan desa.
Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Rembang, Endi Juniarno mengatakan untuk tahun 2021, dari 287 desa se-kabupaten Rembang, saat ini terdapat 211 desa yang sudah memiliki Perpusdes.
Sayangnya, jumlah ini diprediksi menurun lantaran terdampak pandemi Covid-19 dua tahun lamanya. Penurunan jumlah perpustakaan ini dikhawatirkan dapat menghambat budaya literasi di tingkat desa.
Andi menjelaskan, penyebab penurunan jumlah perpustakaan ini didominasi disebabkan karena pengelola Perpusdes kekurangan anggaran untuk operasional.
Kepada Mitrapost.com Endi mengatakan, sebagian besar pegawai atau pengelola perpustakaan di tingkat desa bahkan contact personnya tidak bisa dihubungi.
“Personil bodong semua. Kita verifikasi perpusnya nomornya bodong. Dihubungi tidak bisa dihubungi,” katanya.
Agar operasional Perpusdes bisa berjalan, pihak desa diminta untuk proaktif mengalokasikan sedikit dana desanya.
“Kalau dana desa dialokasikan 1-3 persen saja itu sudah luar biasa, misalnya dapat Rp3-5 juta untuk menambah koleksi buku, kan sudah lumayan,” ujar Endi.
Endi menjelaskan, Dana Desa untuk perpustakaan juga sudah diamanatkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Namun karena perpustakaan bukan sektor yang fundamental, imbauan ini sering disepelekan pemerintah desa.
“Mungkin kalau sudah ada surat dari Sekda mewajibkan dana desa digunakan untuk perpustakaan bisa membantu,” tandas Endi. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






