Rembang, Mitrapost.com – Upayakan kualitas komoditas pertanian dan perkebunan Kabupaten Rembang meningkat, Aparatur Pemerintah Kecamatan Sulang dan Desa Kaliombo bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, menggelar Dialog Peningkatan Daya Saing bersama Wakil Bupati Rembang di Lapangan Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang pada Senin (6/6/2022).
Pada kesempatan tersebut, Agus Iwan Haswanto selaku Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang menyampaikan, dalam sejarah Rembang, sektor pertanian dan perkebunan selalu menempati posisi nomor satu memuncaki komposisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Rembang.
“Saat ini komposisinya sekitar tinggal 24%, sedang industri kita saat ini sudah 22%. Dan industri ini terus tumbuh di Rembang,” terangnya.
Kendati demikian, prestasi yang telah dicapai di bidang pertanian dan perkebunan Kabupaten Rembang ini tidak menutup kemungkinan akan anjlok.
“Kalau komoditas pertanian dan perkebunan tidak merubah strateginya dengan meningkatkan daya saing, bisa jadi pertanian dan perkebunan akan turun di urutan nomor dua di bawah industri,” kata Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang.
Ia melanjutkan, cuaca La Nina saat ini tidak sesuai yang diprediksikan. Sehingga hal ini menyebabkan produksi pertanian dan perkebunan tidak berjalan optimal.
“Cuaca La Nina saat ini tidak sebagaimana yang diprediksi, harusnya ini sudah kering, tanaman tembakau sudah selesai semua. Tapi ternyata di Kaliombo ini masih di kisaran 40%, sedang untuk di tingkat kabupaten Rembang itu baru 500 – 700 hektar dari yang tahun lalu target 5000 hektar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Kabupaten Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ menambahkan, terdapat dua jurus yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing.
“Yang pertama kita mesti beradaptasi atau memanfaatkan teknologi informasi, dan yang kedua akses pasar harus tertata dengan baik,” ujar Wakil Bupati Rembang ini.
Disampaikannya juga bahwa tantangan ke depan akan terus berkembang. Oleh karenanya, harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
“Kita harus siap dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat saat ini, saya berharap selepas kegiatan dialog ini para kelompok tani terus belajar, beradaptasi, dan dapat memanfaatkan teknologi dengan baik,” tutupnya. (*)







