oleh

Mengenal Perayaan Juneteenth dari Amerika Serikat

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Pada Minggu, 19 Juni 2022 kemarin, warga kulit hitam AS di Bangkok merayakan Juneteenth. Perayaan Juneteenth sendiri merupakan hari libur federal yang diakui setelah presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menandatangani RUU menjadi undang-undang pada Kamis (17/6/2021). Undang-undang tersebut kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Hari Kemerdekaan Nasional Juneteenth.

Kata Juneteenth sendiri merupakan gabungan dari kata “June” yang berarti Juni dan “nineteenth” yang berarti sembilan belas. Perayaan Juneteenth sendiri diperingati setiap tanggal 19 Juni tiap tahunnya.

Juneteenth dijadikan perayaan karena menjadi hari untuk memperingati berakhirnya perbudakan di Amerika Serikat. Nama lain dari perayaan ini adalah Hari Emansipasi atau Hari Kemerdekaan Juneteenth.

Baca Juga :   Lahan Tani Menyempit Karena Penambangan, Pemuda Asal Sale Pilih Bisnis Hidroponik

Sejarah perayaan ini diawali pada tahun 1863, di mana saat itu terjadi Perang Saudara Amerika. Presiden yang menjabat saat itu yaitu Abraham Lincoln, kemudian mengeluarkan Proklamasi Emansipasi.

Dilansir dari Britannica.com, proklamasi itu menyatakan bahwa lebih dari tiga juta budak yang tinggal di negara-negara Konfederasi dinyatakan bebas.

Meski begitu, proklamasi tersebut kemudian tidak berjalan seperti yang diinginkan. Dilansir dari History.com, proklamasi tersebut hanya berlaku bagi tempat di bawah kendali Konfederasi, tidak bagi negara perbatasan yang memegang budak atau sudah di bawah kendali Uni. Namun kemudian banyak orang yang diperbudak melarikan diri ke Union.

Sedangkan di Texas, perbudakan masih terus berlanjut dikarenakan negara bagian tidak mengalami pertempuran skala besar atau kehadiran signifikan pasukan Union. Budak dari luar Lone Star State banyak yang memilih pindah ke sana, karena melihatnya sebagai tempat yang aman bagi perbudakan.

Baca Juga :   14 Puncak Gunung Tertinggi di Dunia

Pada 19 Juni 1865 kebebasan kemudian hadir. Sebanyak sekitar 2.000 tentara Union tiba di Teluk Galveston, Texas.

Melansir dari NPR, kala itu, Mayor Jenderal Gordon Granger dari Union menyampaikan pesan yang sangat penting: perang berakhir, Union telah menang, dan berakhirnya perbudakan di Galvaston, Texas. Lebih dari 250.000 orang kulit hitam yang diperbudak di negara bagian itu pun dibebaskan melalui dekrit eksekutif.

Jenderal Granger membacakan General Order Nomor 3, bahwa perbudakan tidak lagi ditoleransi. Semua budak juga bebas dan selanjutnya akan diperlakukan sebagai pekerja sewaan jika mereka memilih untuk tetap tinggal di perkebunan. Deklarasi inilah yang kemudian disebut sebagai titik puncak berakhirnya perbudakan.

Baca Juga :   Inilah Golongan Manusia yang Didoakan Malaikat

Meski, dalam beberapa kasus beberapa budak menyembunyikan informasi tersebut hingga setelah musim panen. Namun kemudian perayaan pun pecah saat orang kulit hitam baru dibebaskan, dan lahirlah Juneteenth. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar