oleh

Kurangi Kadar Profenofos, Masyarakat Diimbau Cuci Sayuran dan Buah Sebelum Dikonsumsi

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com – Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk terlebih dahulu mencuci sayuran dan buah sebelum dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan, setelah pihak Dishanpan melakukan pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), yang bertujuan untuk memastikan pangan dan memberikan perlindungan kepada konsumen.

Kepala Dishanpan Jateng Dyah Lukisari mengatakan, pengawasan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemenuhan tugas dinas sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKPD).

Hingga minggu ketiga Juni, pengawasan telah dilakukan pada 39 pasar rakyat dan toko swalayan di 15 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Ditambahkan, pengawasan dilakukan secara rutin maupun insidentil.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengambilan contoh untuk pengujian secara kualitatif menggunakan Rapid Test Kit G9 Pesticide atau secara kuantitatif, dengan menggandeng Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech Bogor.

Baca Juga :   107 Warga Isoman Meninggal Dunia

Adapun, pengambilan sampel uji cepat pestisida, katanya, dilakukan pada beberapa sayuran dan buah.  Di antaranya sawi, labu siam, daun bawang, kacang panjang, cabai rawit merah, strawberi, angggur, kiwi, apel, dan melon.

Selain uji cepat adapula Tim OKKPD juga mengirimkan contoh komposit cabai merah keriting, kubis, dan kacang tanah ke laboratorium.

“Hasil uji cepat menunjukkan keseluruhan contoh sayur dan buah yang diambil di pasar rakyat dan toko swalayan, tidak terindikasi mengandung pestisida. Namun, hasil uji laboratorium menunjukkan terdapat tujuh contoh komposit cabai merah keriting mengandung residu profenofos melebihi batas maksimum residu,” ujar Dyah, Sabtu (25/6/2022).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir, karena profenofos merupakan salah satu bahan aktif yang terkandung dalam insektisida yang digunakan untuk menyemprot tanaman.

Baca Juga :   Kementan Bagi-bagi Telur Gratis ke ASN

Ia juga mengungkapkan bahwa kandungan ini, bisa dihilangkan dengan metode mencuci menggunakan air mengalir.

“Masyarakat tidak perlu khawatir namun, tetap waspada. Oleh karena itu, jika hendak mengonsumsi sayur cuci terlebih dahulu dengan air mengalir untuk mengurangi kadar profenofos,” ajak Dyah.

Terhadap temuan, Dyah mengajak petani ikut berpartisipasi menjaga pangan aman. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida sesuai anjuran dan ramah lingkungan.

Selain pengawasan PSAT, juga dilakukan pengawasan izin edar dan pengawasan terhadap pemenuhan persyaratan keamanan PSAT yang diedarkan dalam bentuk kemasan pada toko swalayan. Hasil pengawasan pada 1.173 PSAT beredar menunjukkan sebanyak 65,90 % PSAT yang diedarkan telah memiliki izin edar PSAT berupa izin edar PSAT-PL, PSAT-PD atau register PSAT-PDUK. PSAT yang belum memiliki izin edar sebanyak 5,12%, sisanya sebanyak 28,99% menggunakan izin edar BPOM-ML, BPOM-MD dan PIRT.

Baca Juga :   Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Ketupat 2022

“Izin edar PSAT merupakan salah satu wujud upaya pemerintah untuk memberikan penjaminan keamanan pangan bagi masyarakat. Saat ini pemerintah memberi banyak kemudahan bagi pelaku usaha yang mau mengurus izin edar, namun memperketat pengawasannya,” pungkas Dyah. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar