oleh

Waspadai Varian Baru Covid-19, Vaksinasi Booster Kembali Digencarkan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Sukoharjo, Mitrapost.com – Sebagai upaya untuk mewaspadai adanya varian baru Covid-19, vaksinasi booster di wilayah Jawa Tengah kembali digencarkan.

Hal tersebut disampaikan oleh gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dimana vaksinasi booster bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Sekarang kita genjot lagi booster-nya, karena ada varian baru yang Insyaallah tidak seganas varian sebelumnya. Tapi kita tidak boleh lengah. Maka kami dengan Dinkes dibantu oleh TNI-Polri, kita bekerja sama, dan sekarang kita di Sukoharjo dari Puskesmas, dari Kabupaten semuanya bergerak agar teman-teman dan saudara kita semua bisa di-booster,” kata Ganjar, seusai meninjau vaksinasi booster untuk karyawan PT Batik Arjuna Cemerlang, Sukoharjo, Kamis (30/6/2022).

Menurutnya, cakupan vaksinasi booster di Jawa Tengah saat ini mencapai 23,75 persen. Daerah dengan cakupan tertinggi, antara lain Kota Surakarta 57,42 persen, Kota Semarang 50,14 persen, Kota Magelang 45,42 persen. Sementara daerah dengan cakupan terendah adalah Kabupaten Tegal 12,78 persen, Kabupaten Magelang 13,82 persen, dan Kabupaten Pemalang 14,88 persen.

Baca Juga :   Jateng Akan Jadi Provinsi Pertama Yang Miliki Brinda

“Total di Jawa Tengah 23,75 persen, wilayah Sukoharjo sendiri sudah 29,75 persen,” ujar Ganjar, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar.

Gubernur meminta Dinas Kesehatan untuk menggenjot cakupan booster dan mengomunikasikan dengan kabupaten/ kota. Jika vaksin booster tersebut terus berjalan baik, diharapkan warga menjadi lebih kuat, sehingga varian apa pun bisa ditangkal. Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lepas kontrol, khususnya bagi diri sendiri.

“Tapi itu tidak bisa dilepas juga dari cara kita mengontrol diri. Umpama ada keramaian, ia pakai masker. Umpama yang lain juga, virus itu terkait daya tahan tubuh maka hidup sehat, hidup bersih sehat, olahraga, dan makan bergizi yang tidak harus mahal. Dengan cara itu Insyaallah bisa,” jelasnya.

Baca Juga :   Wisata Internasional Candi Borobudur Tutup Dua Hari

Menurut Ganjar, pola hidup sehat saat ini sudah cukup baik dan menjadi kebiasaan selama pandemi. Hal itu juga harus dijaga dengan baik dan jangan sampai lengah.

“Sekarang tradisi mencuci tangan itu menjadi kebiasaan. Orang pakai hand sanitizer, cuci tangan pakai sabun, kebiasaan itu kalau terus saja dilakukan akan membantu. Contohnya itu di depan pintu masuk ada tempat cuci tangan,” tandasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar