oleh

Anggaran Subsidi Rumah Tahun Ini Lebih Besar Dibanding Tahun Lalu

Jakarta, Mitrapost.com – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Toriq Hidayat bersyukur karena anggaran subsidi rumah tahun 2022 yang dialokasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lebih besar dibandingkan tahun lalu.  Ia pun mengharapkan backlog perumahan di Indonesua bisa dikurangi.

Diketahui, anggaran yang dialokasikan Kementerian PUPR untuk mensubsidi 222.586 unit rumah di 2022 sebesar Rp23,88 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan alokasi pada tahun 2021. Di tahun lalu pemerintah mengalokasikan senilai Rp16,6 triliun diperuntukkan 157.500 unit.

“Apresiasi untuk Kementerian PUPR yang memberikan subsidi terhadap 222.586 unit rumah di tahun 2022, senilai Rp23,88 triliun. Jumlah ini lebih besar dibanding tahun 2021 yakni 157.500 unit dengan nilai Rp16,6 triliun. Upaya tersebut berpotensi mengatasi gap antara jumlah rumah yang ada kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kamis (4/8/2022)

Baca Juga :   Untuk Antisipasi Bencana Alam, Polri Gelar Operasi Aman Nusa II

Toriq menyebutkan ada beberapa faktor penyebab backlog perumahan. Pertama, yang sangat krusial adalah basis data (database) yang belum valid. Kedua, yakni kurangnya penyerapan perumahan oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).

“Tentang basis data, tentu saja anggaran diperuntukan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Karena keterbatasan penghasilan. Seyogyanya program ini hanya bisa diakses oleh kelompok MBR saja. Namun fakta lapangan, justru tidak demikian. Kelompok Non MBR juga dapat mengaksesnya,” tuturnya.

Menurutnya kurangnya penyerapan perumahan ditengarai  ketidakmampuan MBR dari sisi pendanaan. Minimnya informasi dan sosialisasi tentang cara mengakses pinjaman perbankan kepada MBR menjadi kendala utama. Ketidakmengertian kelompok ini menimbulkan pesimisme, bahwa berurusan dengan bank pasti rumit dan sulit.

Baca Juga :   Tak Ada Mafia, Rachmat Gobel Memandang Masalah Minyak Akibat Salahnya Kebijakan

“Oleh karenanya saya sangat berharap kepada Kementerian PUPR sebagai leading sektor perumahan di Indonesia agar dapat membenahi database. Bekerjasama lah dengan Kementerian atau lembaga yang beririsan dengan hal ini. Sehingga hanya masyarakat yang berhak saja yang bisa mendapatkan rumah subsidi,” jelas Toriq.

Kemudian, menyiapkan kantor layanan khusus yang bertugas mengatasi keterbatasan informasi masyarakat akan akses rumah subsidi.

“Sistem informasi yang dimiliki harus efektif dan menyasar kepada MBR. Hanya dengan cara ini anggaran pemerintah untuk program perumahan subsidi benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (*)