Pekalongan, Mitrapost.com – Tingkat kesembuhan hewan yang tertular penyakit mulut dan kuku (PMK) cukup baik. Oleh karenanya, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan menargetkan zero case PMK di akhir tahun 2022.
Hal tersebut disampaikan oleh kepala Dinperpa melalui kabid peternakan dan kesehatan hewan, Ilena Palupi di sela-sela sosialisasi kesehatan masyarakat veteriner di gedung Diklat kota Pekalongan, Rabu (7/9/2022).
Target ini juga ditetapkan diantaranya setelah melakukan pertimbangan dengan melihat peningkatan persentase kesembuhan terhadap sejumlah suspect.
Selain itu, ia juga merinci kasus yang terjadi mulai bulan Mei hingga September ini, sebanyak 80 persen dari 360 ekor suspect berhasil disembuhkan.
Keberhasilan penanganan PMK di kota Pekalongan ini juga ditunjang dengan kegiatan vaksinasi hingga dosis 2, yang telah dilakukan pada bulan Agustus lalu.
“Tingkat kesembuhan cukup baik, didukung juga dengan adanya kegiatan vaksinasi, menambah tingkat kekebalan hewan sehat dan hewan sakit sudah cukup banyak kita sembuhkan,” ungkapnya.
Ia mengharapkan, dengan adanya peningkatan angka kesembuhan hewan ternak ini, maka diharapkan masyarakat tidak khawatir lagi untuk kembali mengkonsumsi daging dengan aman.
“Karena PMK bukan penyakit zoonosis yaitu penyakit yang bisa ditularkan hewan kepada manusia, sehingga kami berusaha menggiatkan sosialisasi seluruh elemen masyarakat, agar mereka bisa mengkonsumsi daging dengan aman,” imbuh Ilena.
Ilena menambahkan, untuk mendorong percepatan penurunan suspect PMK, pemberian dosis 3 akan segera dilaksanakan pada pertengahan bulan September mendatang. (*)
Redaksi Mitrapost.com






