Pati, Mitrapost.com – Berawal dari hobinya sewaktu berada di pondok pesantren pada tahun 2008 silam, Zainal Mukhlisin mampu menghasilkan 5 hingga 7 juta rupiah per bulan dari usahanya mengukir sandal jepit.
Menurut pemaparan Zainal, hal itu dulunya tak disadari jika hobinya mengukir sandal kini mampu meraih omset yang lumayan menggiurkan. Lantas pada tahun 2011 lalu dia mulai memfokuskan usaha sandal jepit ukir ini sebagai mata pencahariannya.
“Dulunya berawal pas di pondok pesantren mas sekitar tahun 2008 lalu. Dulu mengukir sandal supaya tidak tertukar dengan teman yang lain. Setelah keluar dari pondok sekitar tahun 2011 saya memfokuskan ternyata hasilnya lumayan,” ucap Zainal, Senin (14/11/2022).
Pada tahun 2011 silam, dirinya menceritakan jika hanya menggunakan media mulut ke mulut untuk memasarkan produk hasil kerajinan tangannya itu. Karena pada zaman tersebut belum ada media sosial yang mendukung promosi penjualan.
Dengan ketekunan dan keseriusan yang maksimal, akhirnya usaha yang ditekuni itu kini semakin laris manis, sehingga pemasarannya kini mampu menembus pasar luar negeri walaupun hanya TKI yang memesannya di sana.
“Dulu cuma berawal dari mulut ke mulut mas, alhamdulillah sekarang penjualannya hampir ke seluruh Indonesia, bahkan ada beberapa teman yang menjadi TKI di luar negeri juga ikut memesan,” jelasnya.
Kendati demikian, usaha yang ditekuninya itu tak lepas dari yang namanya pasang surut. Karena saat pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia 2 tahun silam, usahanya itu sempat merosot jauh yang hanya mampu meraup omset kurang dari Rp2 juta saja.
Akan tetapi kini masa pandemi sudah berlangsung membaik. Ia mengaku saat ini penjualan sudah mulai meningkat lagi, dan dengan perlahan omset yang diterimanya kini mulai merangkak naik.
Lelaki itu memaparkan, saat ini hampir 90% produknya berhasil dijual melalui media sosial, yang selebihnya ia titipkan di kios-kios kecil sebagian lagi dipasang pada etalase Plaza Pragola.
“Alhamdulillah, saat ini penjualan hampir 90% melalui media sosial, omset kini juga mulai naik pasca pandemi. Semoga kedepannya pemerintah juga sering menggelar event untuk meningkatkan penjualan,” pungkasnya. (Adv)





