Pati, Mitrapost.com – Anak di bawah umur di Kabupaten Pati, menjadi korban pemerkosaan. Terduga pelaku yang merupakan tetangganya sendiri.
Dengan adanya kejadian tersebut, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah prihatin atas kasus pemerkosaan yang terjadi di Kabupaten Pati.
“Kami ikut prihatin atas kejadian tersebut. Dan sangat mengutuk pelakunya yang berprilaku sangat sadis,” ucapnya kepada mitrapost.com saat dimintai keterangan, Sabtu (19/11/2022).
Muntamah mendorong aparat hukum benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehingga pelaku kekerasan bisa ditindak secara tegas dan adil berdasarkan supremasi hukum.
Sementara itu, Kuasa hukum korban, Yosafati Gulo memaparkan, berdasarkan informasi yang diterima, kliennya yang berumur 13 tahun ini sudah dua kali diperkosa oleh terduga pelaku. Pertama pada bulan April 2022 dan tanggal 26 Juni 2022.
“Kejadian sekitar bulan April, sebelum puasa. Kejadian kedua tanggal 26 Juni. Tanggal 29 Juni sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Sebelumnya (dilaporkan), sudah ada visum,” ucap Yosafati dari LSBH Teratai.
Salah satu keluarga korban menambahkan, pihaknya baru mengetahui usai kejadian kedua. Sebelum kejadian, korban izin kepada keluarga ke rumah teman dan gurunya untuk mengumpulkan tugas.
Hingga sore hari, korban tak kunjung pulang sehingga mereka menanyakan keberadaan korban ke beberapa temannya. Namun, temannya tak ada yang mengetahui keberadaan korban. Ternyata korban berada di rumah gurunya.
“Ia ndak mau pulang. Sekitar jam 22.00 WIB dijemput keluarga yang lainnya,” sambungnya.
Pagi harinya, ia pun berniat membangunkan korban. Namun, ia melihat ada bekas kecupan di leher korban. Ia pun langsung membangunkan korban dan menanyakan terkait hal itu.
“Saya tanyakan. Dia bilang, ‘aku mau jujur tapi jangan diamuk’. Aku korban pemerkosaan. Benar. Sudah dua kali’,” ujar dia sambil menirukan perkataan korban.
Mendengar jawaban itu, dadanya serasa remuk. Ia tak menyangka, salah satu keluarganya menjadi korban pemerkosaan. Ia pun menanyakan siapa pelaku.
“(Terduga) pelaku salah satu tetangga. Ia (korban) mengaku diperkosa di gudang tahu saat perjalanan ke rumah gurunya,” imbuh dia.
Setelah itu, ia mencoba mencari gambar terduga pelaku di media sosialnya. Kemudian memperlihatkan ke korban.
“Saat diperlihatkan gambar ia menangis hiteris sambil mengiyakan,” paparnya. (adv)