Pati, Mitrapost.com – Kasus hepatitis akut pada anak belum sepenuhnya tuntas di Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati pun memberikan imbauan.
Meski di wilayah Pati masih berada dalam kondisi aman, namun tidak menutup kemungkinan hal ini bisa terjadi terhadap anak.
Oleh karenanya, Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati mengimbau agar kasus ini tetap diwaspadai.
Ia meminta masyarakat terutama orang tua dan guru untuk selalu mengawasi pola hidup sehat anak-anak dan remaja. Pasalnya, kedua golongan tersebut cukup rentan terpapar hepatitis.
Ia meminta kepada para orang tua untuk mengawasi protokol kesehatan anak, meski kasus Covid-19 mulai menurun.
“Hepatitis, harapan kami orangtua perhatikan anak. Sedini mungkin ini menjadi suatu yang diwaspadai bahwa kadang-kadang ketika merasa tidak ada pandemi kebiasaan hidup sehat dengan prokes ini diabaikan,” kata wanita yang akrab disapa Mbak Ning.
Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu menambahkan, orang tua perlu menekan penularan hepatitis dari apa yang dikonsumsi oleh anak. Oleh karena itu, orangtua diminta lebih selektif dalam memberikan asupan makanan pada anak.
“Seperti kita tahu semua sumber penyakit hepatitis ini lebih kepada kebersihan dan kebiasaan tidak sehat. Makanan yang mengandung pengawet aditif dan sebagainya berpotensi bisa menular. Ketika tidak ditangani bisa menjadi penyakit lain yang berbahaya,” terang Ning.
Hal ini juga berlaku untuk guru yang bertugas sebagai pengawas selama di sekolah. Salah satunya dengan mengawasi lingkungan sekolah, terutama untuk anak usia TK dan SD.
“Harus ada informasi yang lebih intens kepada para guru meskipun ini tidak mudah. Makanan kan sudah ada gorengan kadang tidak terlalu terjamin. Orangtua dan guru kita titipin sebagai pengawas lingkungan,” tandas dia. (*)
Redaksi Mitrapost.com






