Pati, Mitrapost.com – Kegiatan dalam rangka konservasi hutan menjadi bagian yang tidak bisa dihindari dan kita tawar.
Kutipan tersebut diucapkan oleh Narso, Anggota DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah pasca meninjau dampak banjir bandang di wilayah Tambakromo, Winong, dan sekitarnya.
Politisi tersebut menjadi salah satu pihak yang mengingatkan masyarakat agar mencintai hutan.
Kerusakan hutan disinyalir menjadi penyebab banjir bandang dan luapan sungai Silugonggo. Insiden yang terjadi pekan lalu tersebut dinilai sebagai yang terparah. Mengakibatkan sejumlah rumah rusak, memakan korban jiwa, dan merusak areal pertanian.
Penghijauan, reboisasi, konservasi menurut Narso saat ini bukan hanya dijadikan wacana saja, melainkan direalisasikan dengan aksi nyata.
Aksi nyata tersebut, bukan hanya menjadi beban pemerintah, namun juga masyarakat Bumi Mina Tani secara keseluruhan.
“Ke depan kita rencanakan matang. Bagaimana Kendeng menjadi reservoir atau penampungan air sehingga tidak sedemikian mudahnya hujan deras menjadi banjir di daerah-daerah tertentu,” saja Anggota Dewan yang kerap mengunggah aktivitas bersepeda tersebut.
Lanjutnya, peran masyarakat yang dimaksud Narso bukan hanya menanam pohon. Bisa dengan merubah perilaku lebih peduli lingkungan, dari hal sederhana seperti membuang sampah.
“Di samping itu perlu pola dan perilaku masyarakat untuk partisipasi. Membuang sampah dan tidak menebang pohon dengan semaunya,” ujarnya pada Mitrapost. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






