Mitrapost.com – Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN), Erick Thohir diketahui kena tilang dari polisi di kawasan Pancoran.
Asisten pribadi Erick, Wahyu mengungkapkan bahwa dirinya tidak terima dan ingin mengeluarkan kartu keanggotaan lantaran tengah Erick saat itu tengah diburu waktu.
“Jangan, Pak. Biarkan saja, kita memang salah,” kata Erick Thohir.
Namun, Erick menghentikan Wahyu sebab merasa dirinya emmang salah. Cerita Wahyu tersebut pun sampai pada telinga Sammy, penulis biografi dengan judul ‘Bukan Kisah Sukses Erick Thohir.
“Saya susun itu sebagai draf buku yang rencananya mau diluncurkan sebagai surprise di hari jadinya ke-53,” kata Sammy kepada detikcom, Rabu (4/1/2023).
Ia mengenal Erick pada tahun 2019 ketika berprofesi sebagai wartawan Republika, kemudian ketika melanjutkan S2, Sammy melakukan riset terkait dengan kehidupan Erick Thohir.
Ia pun mendapatkan data yang sangat beragam dan menarik, hingga terpikir menjadikannya sebuah buku biografi.
Selain pernah ditilang polisi pada 2019 lalu, masa remaja Erick pun tidak luput dari urusan polisi. Ia pernah berurusan di Polsek Setiabudi saat masih menjadi pelajar SMA.
Erick Thohir terlibat perkelahian dengan teman-temannya hingga memutuskan untuk pindah sekolah dari swasta ke SMA 3.
Ada teman Erick yang tidak terima, hingga mereka kembali berduel.
“Jika ditantang, saya ladeni, saya jabanin. Prinsipnya, lu jual gua beli,” kata Erick Thohir, yang lahir di Jakarta, 30 Mei 1970.
Kenakalan pria yang lahir di Jakarta, 30 Mei 1970 tersebut bahkan sering dihukum oleh ibundanya sendiri. Edna Thohir yang dikenal tegas itu tak segan mengurung Erick remaja di kamar mandi hingga menyabetkan ikat pinggang kepada anaknya yang nakal.
Pada saat itulah, Erick berniat untuk berubah menjadi anak yang lebih baik.
“Momen di kantor polisi itu boleh jadi salah satu titik terendah yang menyadarkan saya bahwa emosi mesti diubah menjadi prestasi,” kata suami Elizabeth Tjandra Mayasari Dewi itu. (*)
Redaksi Mitrapost.com

