Pati, Mitrapost.com – Memasuki musim kemarau tahun ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), M Nur Sukarno memberikan imbauan bagi Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pertanian (Dispertan) untuk segera merespon atas perubahan musim yang terjadi.
Pihaknya mengatakan, agar Dispertan dapat melakukan pemetaan berkaitan dengan wilayah tanam di masing-masing wilayah berdasarkan ketersediaan air.
“Untuk itu saya harapkan kewajiban Pemda lewat dispertan itu kan harus memetakan, mana lokasi yang bisa ditanami tanaman palawija, ini yang memang benar-benar tidak sumber air,” tuturnya saat dihubungi oleh mitrapost.com pada Selasa, (25/4/2023).
Ia menjelaskan, di daerah dengan ketersediaan air yang minim, maka dapat dilakukan penanaman jenis tanaman yang membutuhkan sedikit air ataupun tanaman Palawija.
Sementara itu, di daerah dengan air yang masih melimpah, maka tetap bisa menanam tanaman padi.
“Dengan itu maka harapan petani ini masih bisa mempunyai angan penghasilan dari hasil panen itu. Termasuk juga diarahkan ke tanaman-tanaman apa yang tahan dalam kondisi air yang minim itu,” tambahnya.
M Nur Sukarno menuturkan sebagaimana prediksi perkiraan cuaca yang telah disampaikan melalui BMKG, diharapkan tetap bisa menjadi acuan untuk menyusun program.
Politisi Partai Golkar tersebut menyebut bahwa kondisi perubahan musim akan berdampak pada pada sektor perekonomian apabila tidak disikapi dengan baik.
“Berdasarkan prediksi oleh BMKG bahwa pada bulan April Mei, itu sudah masuk Kemarau, meskipun ternyata peningkatan suhu udara setiap hari yang kira-kira sekitar 32 derajat saat siang, itu kan menjadi kendala bagi tanaman yang sudah terlanjur ditanam musim lalu,” terangnya. (Adv)






