Pati, Mitrapost.com – Sebanyak 13 titik ruas jalan dalam kondisi rusak di Kabupaten Pati yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) hingga kini masih belum ada persetujuan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) yang disampaikan oleh Plt Bina Marga, Hasto Utomo menerangkan, pihaknya baru akan mendapatkan kepastian dari BBPJN sekitar bulan Juni 2023 mendatang.
Dimana wacana kepastian tersebut, diterimanya saat melakukan audiensi bersama BBPJN mengenai jalan-jalan rusak yang dimaksudkan.
“Pada 15 Mei kemarin kita yang juga ada Pak Kadis audiensi ke BBPJN, yang tujuannya adalah memohon kepastian usulan jalan rusak di Inpres 2023 itu. Nah, hasilnya adalah baru rencan Juni kami bisa mendapatkan kepastian mas,” ungkap Hasto saat dihubungi pada Selasa (16/5/2023).
Diketahui bahwasanya usulan pengajuan bantuan perbaikan tersebut didasarkan adanya Instruksi Presiden (Inpres) 2023 yang salah satunya mengenai jalan rusak.
Sementara itu, beberapa ruas jalan yang telah diusulkan oleh DPUTR diantaranya yakni Jalan Jaken-Jakenan, Jaken-Batangan, Gabus-Tambakromo, Pati-Gabus, Sukolilo-Prawoto, Pati-Tlogowungu dan lain sebagainya.
Hasto menjelaskan bahwa ketigabelas titik ruas jalan tersebut merupakan skala prioritas yang harus mendapat anggaran untuk dapat dilakukan perbaikan dalam waktu dekat.
“Kita jelaskan mengenai kondisi kerusakan yang masuk dalam skala prioritas, intinya kita benar-benar koordinasikan agar mendapatkan perhatian,” tambahnya.
Sementara itu, jauh sebelum itu saat dihubungi oleh mitrapost.com, melalui salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati juga menanggapi fenomena jalan rusak.
Suyono, selaku anggota komisi C berpendapat agar perbaikan dapat disesuaikan dengan kondisi jalan yang seharusnya dirabat beton justru malah menggunakan sistem aspal.
“Di wilayah Kabupaten Pati yang sangat parah itu disebabkan karena dinas terkait tidak mengerti tentang kondisi jalan, yang harus jalan itu pembangunannya pakai rabat beton malah diperbaiki dengan jalan aspal,” tandas Suyono. (Adv)






