Mitrapost.com – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan harga kedelai global mengalami kenaikan.
Resiko itu dapat terjadi karena adanya penurunan produksi kedelai akibat fenomena El Nino.
“Harga kedelai global bisa naik hingga tiga kali lipat,” jelasnya dilansir dari Bisnis.com.
Pihaknya pun mendorong pemerintah daerah untuk menambah lahan kedelai guna mengantisipasi dampak buruk pada pasokan bahan baku tempe, tahu, dan kecap. Mengingat kebutuhan kedelai dalam negeri masih tinggi.
“Kalau kita tidak tanam kedelai, mau makan apa kita besok?” jelasnya.
Selain itu, menanam kedelai menurutnya dapat menurunkan ketergantungan Indonesia dengan kedelai impor.
Demi mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah pun diminta untuk mempersiapkan program penanaman kedelai secara matang. Baik dari kelembagaan, SDM, hingga masalah modal tani.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan bahwa pihaknya menargetkan luas penanaman kedelai tahun ini dapat mencapai 250.000 hektare.
Saat ini, harga kedelai di petani cenderung tinggi yaitu berada di angka Rp10.000-Rp11.000 per kilogram. Sehingga, jelasnya, animo masyarakat menanam kedelai juga meningkat.
“Pada tahun depan akan ditingkatkan lagi luasannya, sehingga menjadi peluang untuk memacu produktivitas,” jelasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






