Pati, Mitrapost.com – Pemerintah berencana untuk membangun jalan tol Demak-Tuban. Namun, hingga hingga kini tak kunjung terwujud. Padahal pembangunan tersebut sangat ditunggu masyarakat.
Sebagai informasi, jalan tol Demak-Tuban adalah salah satu proyek infrastruktur yang akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dalam pembangunan jalan tol itu, nantinya bakal melintasi lima kabupaten, yakni Kabupaten Demak, Kudus, Pati, Rembang dan Tuban.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo mengatakan, pihaknya sudah tidak tahu perkembangan rencana pembangunan jalan tol Demak-Tuban. Pasalnya, pihaknya sudah tidak ada komunikasi dengan pihak rekanan.
“Kita tidak tahu sudah sejauh mana prosesnya, karena sampai saat ini tidak ada komunikasi dengan pihak rekanan, adapun komunikasi hanya saat sosialisasi di Jakenan waktu itu,” ujarnya.
Menurutnya, dari hasil sosialisasi di Kecamatan Jakenan dulu, jalan tol tersebut akan melewati Kabupaten Pati. Dimana, akan ada 40 desa di sembilan kecamatan yang lahannya terdampak pembangunan jalan tol.
Tulus menambahkan, pertemuan dengan warga yang lahannya terdampak pembangunan jalan tol merupakan pertemuan yang pertama dan terakhir.
“Saat sosialisasi disampaikan bahwa untuk Projeknya rencana akan dimulai antara 2023-2024, dan rencana konstruksi pada 2024-2025, tapi realnya kita tidak tahu, karena sampai sekarang tidak ada kabar,” sambungnya.
Sebelumnya, Perwakilan Pramakarsa Proyek Jalan Tol, Daebong Kim mengaku bahwa soal pembangunan jalan tol sesuai rencana akan melintasi Pati. Proyek ini akan dimulai antara 2023-2024, dan akan melintasi 9 kecamatan dan 40 desa.
“Projek ini rencana akan dimulai antara 2023-2024. Rencana konstruksi pada 2024-2025. Saat ini (10/8) di Pati tahapan proyeknya tentang Amdal. Masukan dan saran masyarakat dibutuhkan untuk Amdal,” terang warga asal Korea usai sosialisasi di Jakenan saat itu. (Emka)

Wartawan Mitrapost.com






