Pati, Mitrapost.com – Cuaca di tahun 2024 sering tidak menentu, terkadang turun hujan dan terkadang sangat panas. Hal itu karena saat ini masuk musim pancaroba.
Pada musim seperti ini, sangat disukai nyamuk untuk berkembang biak. Terutama nyamuk Aedes Aegypti. Selain itu, telur-telur nyamuk Aedes Aegypti mudah menetas dikarenakan kondisi yang lembab.
“Kalau di musim-musim pancaroba seperti ini antara musim kemarau dengan musim penghujan (kadang hujan kadang panas), itu waktu yang disukai oleh nyamuk-nyamuk terutama nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembangbiak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia.
Dengan kondisi cuaca seperti ini, masyarakat diharapkan untuk tetap berhati-hati. Sehingga kasus DBD di Kabupaten Pati tidak meningkat.
“Dengan cuaca seperti ini (dia) senang berkembangbiak. Sehingga (kita) harus waspada dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin,” ucapnya.
Selanjutnya, perlu diketahui akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dapat menyebabkan demam tinggi, pusing dan nyeri sendi.
Aviani mengimbau jika memang ada gejala yang sudah dirasakan, untuk segera melakukan pemeriksaan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kalaupun nanti ada yang sudah bergejala (karena tidak tahu digigit nyamuknya dimana) sudah bergejala ke arah DB atau ada gejala awal seperti panas segera lakukan pertolongan. Terutama di rumah sediakan obat turun panas, kemudian segeralah cari pertolongan ke fasilitas kesehatan yang terdekat,” pungkasnya. (iwp)

Wartawan Mitrapost.com



