Pati, Mitrapost.com – Semenjak adanya fenomena El-Nino harga beras cenderung melonjak. Hal ini dikarenakan musim tanam I (MT 1) yang tertunda. Seharusnya MT 1 dilaksanakan pada bulan November dan Desember
Tepat pada Rabu, (21/02/2024) harga beras premium mencapai Rp 15.800. Sedangkan harga beras medium mencapai Rp 15.000. harga tersebut di pertengahan Februari.
Akan tetapi harga beras mulai ada pergeseran di awal bulan Maret, bertepat pada Jumat (01/03/2024). Untuk harga beras premium menjadi Rp15.500, yang artinya sudah ada pergeseran di angka 300 rupiah. Sedangkan untuk harga beras medium menjadi Rp14.500, yang artinya sudah ada pergeseran di angka 500 rupiah.
“Untuk perkembangan harga beras di Kabupaten Pati ini terpantau, (ya memang akhir-akhir ini kalau tidak salah pertengahan bulan kemarin ada kenaikan) ini Alhamdulillah dalam minggu ini terpantau sampai hari jumat kemarin tanggal 1 Maret sudah mulai ada penurunan,” ucap Kuswantoro kepala bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati.
Kemudian, data terakhir yang dterima wartawan Mitrapost tepat pada kemarin Jumat (08/03/2024), harga beras sudah mulai ada pergeseran lagi walaupun belum signifikan. Untuk harga beras premium di tanggal (01/03/2024) dan (08/03/2024) masih terpantau tetap atau harganya masih sama Rp15.500. Sedangkan pada harga beras medium menjadi Rp 14.000. Dalam hal ini, terkhusus harga beras medium dengan perbandingan pada tanggal (01/03.2024) sudah ada penurunan 500 rupiah lagi.
Panen raya diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan Maret. Dengan adanya panen raya, diharapkan harga beras menjadi lebih bersahabat dengan konsumen tingkat menengah ke bawah.
“Mudah-mudahan dengan adanya panen raya harga bisa turun lagi. Tidak 14 mungkin jadi angka 12. Yang penting tidak terlalu murah, karena kalau terlalu murah kasian petaninya juga. Yang penting tidak jauh dari hitungan pemerintah HET (harga eceran tertinggi),” tandasnya. (iwp)

Wartawan Mitrapost.com






