Mitrapost.com – Saat Anda dihadapkan pada beberpa pilihan hidup, mungkin Anda sempat merasa bingung dan ragu dalam memutuskan suatu hal bagi Anda. Pilihan yang dianggap baik, bisa jadi menjadi boomerang yang nantinya membuat Anda kesulitan di masa depan.
Oleh karena itu, penting memantapkan hati pada suatu pilihan, sembari diiringi doa untuk memohon petuntuk kepada Yang Maha Kuasa. Allah SWT akan senantiasa memberikan jalan terbaik bagi hamba-Nya yang tak lelah meminta.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah doa-doa memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Doa memohon petunjuk
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Robbanaa aatinaa min ladunka rohmatan, wa hayyi’ lanaa min amrinaa rosyadaa.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.” (QS Al Kahfi [18]: 10).
Doa meminta kebenaran
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ
Allahumma inni as-alukal huda was sadaad
Artinya: “Ya Allah, meminta kepada-Mu petunjuk dan kebenaran.”
Doa memohon ketakwaan
اللَّهُمَّ إنِّي أَسألُكَ الهُدَى ، وَالتُّقَى ، وَالعَفَافَ ، وَالغِنَى
Allohumma Inni As-Alukal Huda Wat Tuqo Wal ‘Afaf Wal Ghina
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘iffah (terjaga dari hal-hal yang buruk) dan kecukupan (merasa cukup dan tidak mengharap apa yang ada pada manusia).”
Doa saat bimbang
خَابَ اْلوَافِدُونَ عَلَى غَيْرِكَ، وَخَسِرَ المُتَعَرِّضُونَ إِلاّ لَكَ، وَضاعَ المُلِمُّونَ إِلاّ بِكَ، وَاَجْدَبَ الْمُنْتَجِعُونَ إِلاّ مَنِ انْتَجَعَ فَضْلَكَ، بابُكَ مَفْتُوحٌ لِلرّاغِبينَ، وَخَيْرُكَ مَبْذُولٌ لِلطّالِبينَ وَفَضْلُكَ مُباحٌ لِلسّائِلينَ، وَنَيْلُكَ مُتاحٌ لِلامِلينَ،
وَرِزْقُكَ مَبْسُوطٌ لِمَنْ عَصاكَ، وَحِلْمُكَ مُعْتَرِضٌ لِمَنْ ناواكَ، عادَتُكَ الاْحْسانُ اِلَى الْمُسيئينَ، وَسَبيلُكَ الاِبْقاءُ عَلَى الْمُعْتَدينَ، اَللّـهُمَّ فَاهْدِني هُدَى الْمُهْتَدينَ، وَارْزُقْني اجْتِهادَ الْمجْتَهِدينَ، وَلا تَجْعَلْني مِنَ الْغافِلينَ الْمُبْعَدينَ، واغْفِرْ لي يَوْمَ الدّينِ
Khobal wafiduna ‘ala ghoirika wa khosirol muta’arridhuna illa laka wa dho’al mulimmuna illa bika wa ajdabal muntaji’una illa manintaja’a fadhlaka babuka maftuhun lirroghibina wa khoiruka mabzulun littholibina wa fadhluka mubahun lissa-ilina wa nailuka mutahun lillamilina
wa rizquka mabsuthun liman ‘ashoka wa hilmuka mu’taridhun liman nawaka ‘adatukal ihsanu ilal musi-ina wa sabilukal ibqo-u ‘alal mu’tadina. Allohumma fahdini hudal muhtadina warzuqni ijtihadal mujtahidina wa la taj’alni minal ghafilinal mub’adina waghfirli yaumad dina.
Artinya: “Sia-sialah orang-orang yang datang kepada selain-Mu, rugilah orang-orang yang menghadap kecuali kepada-Mu, rugilah orang-orang yang berkunjung kecuali kepada-Mu, keringlah orang-orang yang mencari taman kecuali di taman karunia-Mu.”
“Pintu-Mu terbuka bagi orang-orang yang menyimpan harapan, kebaikan-Mu tercurahkan pada orang-orang yang mencari, karunia-Mu terbuka bagi orang-orang yang bermohon, anugerah-Mu terbuka bagi orang-orang yang menginginkan rizki-Mu terhampar luas bagi orang yang bermaksiat pada-Mu, santun-Mu terbuka bagi yang berharap pada-Mu, kebiasaan-Mu baik terhadap orang-orang yang berbuat keburukan, jalan-Mu tetap terjaga terhadap orang-orang yang membangkang.”
“Ya Allah, bimbinglah aku seperti bimbingan orang-orang yang memperoleh hidayah, karuniakan padaku kesungguhan orang-orang yang bersungguh-sungguh, jangan jadikan aku tergolong pada orang-orang yang lalai dan menjauhkan diri dari-Mu, dan ampuni aku pada hari kiamat.” (*)
Redaksi Mitrapost.com






