Dugaan Mahasiswa Unsoed Terlibat Perdagangan Orang, 4 Mahasiswi Cantik Jadi Korban

Banyumas, Mitrapost.com – MRA, seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto diduga terlibat dalam kasus perdagangan orang.

Hal ini menjadi bola panas usai sejumlah mahasiswi melapor ke pihak kampus.

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsoed dan juga Dosen Sosiologi Fisip Unsoed, Tri Wuryaningsih mengungkapkan kasus terkuak dari laporan para mahasiswi.

“Sudah ada 4 korban yang kami mintai keterangan, semuanya wanita dan cantik-cantik,” kata Triwur dikonfirmasi terkait informasi adanya dugaan kasus perdagangan orang yang melibatkan mahasiswa Unsoed.

Ia menjelaskan awal peristiwa ini, terdapat pria yang masuk di lingkungan Unsoed dan menawari para mahasiswi incarannya untuk menjadi Bintang iklan.

“Nah orang ini, masuk ke fakultas-fakultas termasuk ke FEB, FK, jadi kemudian siangnya ditemuin, terus ditawarin ‘kamu mau ga’? (Jadi bintang iklan), ada yang kemudian tidak bersedia tapi dikejar-kejar terus siangnya nemuin terus malamnya di chat menggunakan WA. Terus ditawarin, pokoknya kalau bisa, besok interview,” lanjut dia.

MRA bertindak sebagai sosok yang menyakinkan calon korban agar percaya kepada pria ini yang diakuinya sebagai paman.

Dari kejadian ini kemudian mahasiswi ini merasa takut dan memblokir nomor tersebut. Kemudian MRA ini turut meyakinkan calon korban agar percaya pria ini yang diaku sebagai pamannya.

“Ada yang kemudian ketakutan terus diblokir tapi nanti dia menggunakan nomor asing lagi. Terus ada yang kemudian setelah diblokir ada yang viral itu masuk, MRA ikut meyakinkan ‘kamu kemarin di-chat sama om ini ya? Itu beneran kok om saya, itu memang lagi nyari talent untuk iklan, itu beneran’ jadi MRA memang mencoba meyakinkan calon-calon korbannya,” jelasnya.

Walaupun demikian, Triwur belum bisa memastikan apakah MRA terlibat dalam kasus atau tidak.

“Tapi memang saya belum memanggil pihak MRA ini, kami masih kemarin pendalaman dari teman-teman mahasiswi yang menjadi korban. Kami masih meminta keterangan dan klarifikasi kronologinya seperti apa,” ungkap dia.

“Bentuk-bentuk kekerasan seksualnya seperti apa, kemudian yang terlibat di dalamnya itu siapa saja. Sejauh mana keterlibatan MRA itu kalau dari keterangan korban, MRA ini turut meyakinkan calon korbannya,” sambungnya.

Akan tetapi, pelaku yang diakui sebagai paman MRA ini berusaha untuk melakukan aktivitas seksual kepada korban.

“Kalau arah pembicaraannya ada yang sampai mendatangi orangnya itu untuk interview. Tapi ujung-ujungnya seksual. Misalnya ‘kalau kamu pengin jadi bintang iklan ya kamu harus mau dengan saya. Kamu itu nggak usah munafik kamu sudah nggak perawan kan?’ jadi diintimidasi seperti itu. Ujung-ujungnya seksual,” ujarnya.

Saat ini, pihak kampus telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian berkaitan dengan kasus tersebut.
“Ada yang sudah sampai menjadi korban. Itu perkosaan, sementara ini masih 1 orang. Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian, sudah konsultasi,” sebutnya.

Dikutip dari Detik News, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Andryansyah Rithas Hasibuan menyebut penyelidikan terkait dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Saya belum sampai ke perdagangan. Ada memang pengaduan penipuan dengan diiming-imingi jadi bintang iklan. Korbannya memang mahasiswi. Jadi dia diiming-imingi kalau mau jadi artis harus berhubungan dengan pelaku. Ketemuannya di hotel. Cuma si korban waktu diperiksa belum sampai ke sana (persetubuhan) karena yang diperiksa ini sakit, masih trauma healing,” terangnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati