Mitrapost.com – Banyak catatan dalam pelaksanaan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Salah satunya adalah infrastruktur PON yang tak terawat dengan baik.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan pihaknya kini telah mengambil alih tanggung jawab. Pelaksanaan PON yang sudah-sudah pun diharapkan menjadi bahan evaluasi.
“Karena tadi saya sampaikan di Komisi 10, bagaimana kita lihat hari ini, pasca PON di Kaltim, di Riau, di Sumatera Selatan, di Jawa Barat, di Papua, dan sekarang Aceh-Sumut. Saya rasa ini kenyataan pahit, mungkin saya dimusuhi setelah ini, tapi ini harus stop. Harus ada langkah konkret dan evaluasi konkretnya,” jelasnya dilansir dari Bisnis.com.
Ia berharap kewenangan pelaksanaan PON kembali berada di tangan pemerintah pusat.
“Pastinya nanti kita harus berbicara, duduk bersama dengan para stakeholders, khususnya KONI dan juga DPR karena ini diatur dalam Undang-Undang,” ujarnya.
PON menurutnya perlu tetap ada. Sebab di ajang tersebut atlet nasional bisa bertanding serta menjadi ajang untuk menjaring bibit atlet potensial.
“Jadi yang namanya pekan olahraga nasional ini wajib harus ada. Tapi bagaimana tata kelola ke depannya ini harus diperbaiki dan makin bagus,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti olahraga yang diperlombakan. Menurutnya, saat ini nomor olahraga yang dipertandingkan di ajang PON tak begitu banyak.
“Saya inginnya minimal [nomor perlombaan di PON] Asean Games, minimal cabor Asean Games dipertimbangkan, tapi tetap olahraga-olahraga nasional juga harus dipertandingkan. Saya berharap di pemerintahan yang baru, di pemerintahan selanjutnya, ini bisa menjadi perhatian khusus sebelum PON 2028 dilakukan,” ujarnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






