Pati, Mitrapost.com – Pemilik tambang galian C di Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Sucipto mengungkapkan bahwa dirinya mempunyai keinginan untuk menjadikan lahan tambang tempat wisata. Hal ini dilakukan guna bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau dijadikan wisata nantinya masyarakat bisa kerja, nanti mungkin ada UMKM dan banyak lagi. Sehingga rencananya nanti akan dijadikan tempat wisata edukasi,” ucapnya belum lama ini.
Ia mengungkapkan, bahwa sudah menanam berbagai pohon. Seperti pohon kelengkeng hingga pohon jati.
“Alhamdulillah, ini sudah ada penanaman dua ribu kelengkeng, pete juga ada, alpukat juga ada, itu sudah tanami. Bisa di cek sendiri nanti,” tandasnya.
Sucipto mengaku, tambang galian C seluas 6 hektare miliknya sudah memiliki izin perpanjangan mulai 2021-2026. Namun, saat ini tidak beroperasi lagi karena kalah saing dengan tambang ilegal.
“Diantara penambangan itu banyak sekali yang mungkin ilegal atau apa, intinya harga tidak mampu dengan yang punya izin. Seandainya saya mengikuti harga di sebelah yang tidak punya izin,” cetusnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan penambangan miliknya yang saat ini sudah tidak beroperasi terdapat embung yang berfungsi menampung air agar tidak terjadi banjir ketika hujan mengguyur Pegunungan Kendeng.
“Air dari daerah Pakem, Kincir, itu kan banyak, akhirnya saya membuat embung. Ada hujan, tidak mungkin air itu langsung ke perumahan atau masyarakat Desa Wegil,” paparnya. (Adv)

Wartawan Mitrapost.com






