Semarang, Mitrapost.com – Hujan deras yang melanda Kota Semarang sejak Senin (12/5/2025) malam, menyebabkan genangan di sejumlah titik. Seperti misalnya di depan RSI Sultan Agung hingga bawah jembatan tol Kaligawe.
Genangan air tersebut semakin lambat surut karena kapasitas pompa di Kali Tenggang yang terbatas.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bergerak cepat melakukan penanganan genangan.
“Kami sudah mengerahkan tambahan pompa portable untuk mempercepat surutnya genangan, terutama di titik-titik strategis,” ungkap Soewarto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.
Dua unit pompa portable dikerahkan yaitu satu unit pompa 8 inch yang dipasang di depan RSI Sultan Agung. Kemudian satu unit pompa lagi dipasang di kawasan Gebangsari.
Dengan pemasangan pompa tersebut, diharapkan bisa mempercepat aliran air dari badan jalan menuju saluran pembuangan yang tersedia.
Genangan air berhasil dikendalikan pada Selasa (13/5/2025) sore, dan hanya tersisa di bagian tepi jalan. Aktivitas lalu lintas pun secara bertahap kembali normal.
Sedangkan untuk solusi jangka panjang, Pemkot Semarang akan mendukung proyek pengendalian banjir dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta Dirjen SDA Kementerian PUPR.
Proyek bertajuk Pengendalian Banjir Sistem Tenggang–Sringin Tahap I dijadwalkan berlangsung mulai 3 Maret 2025 hingga 20 Februari 2027.
“Proyek ini nantinya akan memberikan manfaat besar, yakni mengurangi risiko banjir di area seluas lebih dari 4.000 hektare yang meliputi tiga kecamatan: Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk,” jelasnya.
Masyarakat diimbau untuk waspada atas potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan. Jika menemui titik genangan atau kerusakan infrastruktur bisa melapor melalui kanal-kanal aduan yang tersedia. (Adv)

Redaksi Mitrapost.com





