Anak Tidak Sekolah di Jateng Bisa Daftar SPMB, Ada Kuota 3 Persen per Sekolah

Mitrapost.comAnak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Tengah bisa mendaftar Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) SMA/SMK melalui jalur afirmasi.

Ada kuota 3 persen di masing-masing sekolah untuk ATS di Jateng. Jumlah ATS di Jateng sendiri ada 1.379 anak.

Kasubag Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Roberto Agung Nugroho mengatakan bahwa kuota tersebut disediakan agar para ATS bisa mengakses pendidikan.

“ATS di Jawa Tengah 1.379 masuk kuota afirmasi 3 persen tiap sekolah,” jelasnya dilansir dari Kompas.

Pendaftaran jalur domisili tahun ini ada alokasi kuota 33 persen. Kemudian jalur afirmasi 32 persen, jalur prestasi 30 persen, dan jalur mutasi ada 5 persen.

Ia menyebut jika kuota 3 persen bagi ATS termasuk dalam alokasi kuota afirmasi sebanyak 32 persen di tiap sekolah.

“Jadi saya sampaikan bahwa anak tidak sekolah itu kan memang ada tiga jenis, ya. Dia lulus, tidak melanjutkan, lalu belum pernah sekolah atau tidak pernah belajar, gitu, atau yang ketiga adalah drop out, ya,” terangnya.

Saat ini, sebagian ATS telah kembali mendaftar SPMB 2025. Data ATS sendiri berasal dari data anak lulus SMP namun tecatat tak melanjutkan sekolah dan tak ada dalam Dapodik.

“Data ATS kita ambil dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Itu sudah padanan dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Artinya apa? Di Dapodik Kementerian itu sudah memadankan data anak berdasarkan usia,” jelasnya.

“Kemudian kita tapis dengan usia maksimal 21 tahun, karena persyaratan masuk ke SMA sederajat itu kan usia maksimal 21 tahun. Data itu kita masukkan Dapodik di sistem SPMB,” jelasnya.

Alasan mereka menjadi ATS diantaranya karena alasan geografis yang jauh dari akses. Kemudian karena budaya sosial, hingga faktor ekonomi keluarga yang berbeda di setiap daerah.

Berdasarkan data, ATS paling banyak berada di Brebes dan Pemalang.

“Lulus SMP tidak melanjutkan, (paling banyak) Brebes dan Pemalang. (Alasannya) kondisi geografis di Pemalang, lalu termasuk faktor ekonomi. Ada yang nikah muda atau merantau kerja ke luar kota,” jelasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati