Mitrapost.com – Insiden robohnya gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes pada Minggu (21/9/2025) kemarin bakal diinvestigasi. Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab peristiwa yang menimbulkan tiga orang terluka itu.
“Ini membutuhkan waktu, dan tentunya hasil perkembangan penyelidikan akan diberitahukan lebih lanjut,” kata Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, Minggu (21/9/2025), dikutip MetroTV News.
“(Pemasangan garis polisi) ini juga untuk menjamin keselamatan masyarakat dan menghindari korban tambahan,” lanjut dia.
Sebagai informasi, bagian depan gedung KPT Kabupaten Brebes ambruk pada Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Pembangunan gedung ini dilaksanakan pada tahun 2021-2022 dan diresmikan Bupati Brebes saat itu Idza Priyanti pada tanggal 31 Agustus 2022.
Pembangunan gedung tersebut menelan biaya hingga Rp120 miliar.
Sebelum roboh, atap teras gedung telah dilaporkan bocor, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menginstruksikan dilakukan perbaikan. Namun, saat prosesnya berlangsung, atap tersebut roboh dan menimpa tiga pekerja di bawahnya.
“Habis itu kita adakan rehab di KPT dan ternyata setelah tukang sedang membetulkan (atap), akhirnya roboh atapnya dan tiga pekerja mengalami luka karena tertimpa puing teras,” kata Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.
Akibat kejadian itu, tiga korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Brebes setelah evakuasi memakan waktu cukup lama. Sementara itu, Pemkab bersama Polres Brebes berkoordinasi untuk mendalami penyebab insiden ambruknya teras gedung KPT. (*)

Redaksi Mitrapost.com






