Pati, Mitrapost.com – Pedagang Pasar Puri Baru di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengeluhkan penjualan yang cenderung menurun sejak maraknya penjualan dengan sistem online.
Kondisi ini turut dirasakan oleh Busiri, salah satu pedagang pisau asal Kabupaten Kudus di Pasar Puri. Ia mengaku penjualannya di tahun 2025 ini lebih sepi pembeli. Alhasil, dirinya tidak banyak meraup keuntungan per harinya.
“Dulu memang ramai, tetapi mulai (ada toko) online-online sepi. Keuntungan kurang lebih Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, kalau sepi kurang dari segitu. Sebelum adanya (toko) online, (penjualan) ramai, (sekarang) semua pakai (sistem penjualan) online-online,” kata Busiri saat ditemui di tempat berdagangnya, Selasa (07/10/2025) siang.
Busiri juga mengatakan, keadaan seperti ini sebenarnya sudah dirasakan olehnya hampir dua tahun terakhir. Namun, meski penjualannya mengalami penurunan, dia masih tekun berdagang.
Selain berdagang, dia juga melakukan pekerjaan lainnya, yakni sebagai petani, untuk menambah pendapatan. Hal itu dilakukannya demi mencukupi kebutuhan keluarga.
“Antara 2 tahunan ini (penjualan) agak turun. Memang kerjaan gini, untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan sambil kerja lain di rumah bertani,” jelasnya.
“Kalau pendapatan tidak pasti. Walaupun sedikit, tetap laku, kosong tidak pernah. Jualan itu ada ramai ada sepi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Busiri diketahui sudah berjualan pisau selama puluhan tahun. Pisau jualannya dihargai mulai dari Rp5 ribu hingga Rp20 ribu per batang. Selain pisau, dia juga menjual peralatan memasak lainnya, serta cangkul. (*)

Wartawan Mitrapost.com







