Mitrapost.com – Dalam situasi konflik, pertumbuhan startup Artificial Intelligence (AI) di negara Zionis justru terbilang semakin encer yang terbukti telah mengumpulkan pendanaan lebih dari 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp330 triliun.
Melansir dari CNBC Indonesia, telah terdapat sejumlah 342 startup Israel sepanjang 2025 yang berhasil meluncurkan produk berbasis AI generative yang merupakan evolusi dari sistem yang sempat populer sebelumnya.
Sistem ini menawarkan kemampuan otonom atau semi otonom untuk bisa mengambil keputusan, menjalankan tugas dan mengelola alur kerja dalam lingkungan perusahaan.
Salah satu sektor yang mengalami peningkatan paling signifikan yaitu dalam hal Keamanan Siber dan Kesehatan, Operasi Model Bahasa Besar atau LLM Ops, dan Teknologi Pemasaran.
Sektor ini disebut melahirkan sejumlah 31 kesepakatan akuisisi pada tahun lalu dengan total penjualan 17 perusahaan yang terungkap mencapai 6,1 miliar dolar AS atau setara Rp100 miliar. Hal ini menjadikan Israel sebagai salah satu negara unggul dalam pengembangan AI, selain AS dan China.
Bahkan, dalam indeks AI Stanford 2024 menyebutkan Israel telah memuncaki daftar konsentrasi talenta AI per kapita secara global yang berlandaskan pada para pengusahanya yang memiliki pengetahuan mendalam di bidang AI dan peningkatan akses modal.
Selain itu, pengusaha Israel juga disebut berhasil memanfaatkan momen untuk membangun AI hingga meraih peringkat sebagai pemimpin AI terapan global karena gelombang inovasi yang tengah terjadi saat ini. (*)

Redaksi Mitrapost.com







