Jawaban Presiden Palestina kepada Media Israel setelah Penandatangan Perdamaian

Mitrapost.com – Momen langka terlihat saat Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menanggapi pertanyaan wawancara berbahasa Ibrani dari media Israel, Channel 12 dengan menjawab menggunakan bahasa Arab.

“Apa yang terjadi hari ini adalah momen bersejarah. Kami telah berharap dan terus berharap bahwa kami dapat mengakhiri pertumpahan darah yang terjadi di tanah kami, baik di Jalur Gaza, Tepi Barat, maupun Yerusalem Timur,” ucap Abbas kepada Channel 12, dikutip dari Detik, Sabtu (11/10/2025).

Hal ini disampaikan setelah dilakukanya penandatanganan perjanjian gencatan senjata di Gaza antara Israel dengan Palestina. Dalam jawaban tersebut, ia juga berharap akan adanya ketenangan, keamanan dan stabilitas yang terwujud di antara keduanya.

Abbas juga menanggapi terkait penerapan 20 poin reformasi yang disebutkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mewakili Otoritas Palestina untuk mengakhiri perang di Gaza.

Menurutnya, pihaknya telah meluncurkan beberapa reformasi, salah satunya mencakup gaji tahanan yang telah disepakati dan disetujui oleh keduanya, antara Palestina dan AS. Tahanan yang dimaksud adalah merujuk pada keluarga masyarakat Palestina yang dibunuh dan atau dipenjara oleh Israel.

Kemudian untuk reformasi lain di sektor-sektor seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan keamanan sedang dalam taraf pelaksanaan, hingga Otoritas Palestina menjadi bentuk utuh yang mampu memimpin rakyatnya sendiri.

Namun perlu diketahui, Otoritas Palestina pada Februari lalu telah mengumumkan reformasi tersebut, yang oleh para kritikus justru disebut sebagai bayar untuk membunuh. Hal ini dikarenakan penandatanganan berada di bawah tekanan AS dan Israel sebagai pendanaan untuk terorisme. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati

Berita Terkait