Pati, Mitrapost.com – Nilai ekspor di Kabupaten Pati pada triwulan ketiga tembus Rp2,7 triliun dari 37 perusahaan. Hal itu menunjukkan kinerja yang cukup bagus.
Analis Perdagangan Ahli Muda Bidang Promosi dan Ekspor Impor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Sukardi mengatakan bahwa potensi ekspor di Bumi Mina Tani sejauh ini cukup bagus.
“Di Pati itu sebenarnya banyak potensi untuk ekspor cuman sebagian itu tidak tercatat lewat Pati maupun Jawa Tengah, karena banyak yang melakukan ekspornya melalui pihak lain,” kata Sukardi.
Hasil catatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, nilai ekspor terbesar berada di sektor perikanan, pengolahan makanan ringan, kacang yang belum dioven, furniture mebel, arang briket tempurung kelapa dan kapuk randu.
Dengan capaian Rp2,7 triliun itu, dia optimistis bisa melampaui nilai ekspor di tahun 2024 lalu. Mengingat tahun 2025 ini terdapat penambahan dua perusahaan yang melakukan ekspor, di antaranya yakni perusahaan mengelola serpih plastik dan furniture yang ada di Sukolilo.
“Tahun kemarin Rp3,7 triliun sampai akhir tahun. Ini baru sementara tiga saja sudah Rp2,7 triliun, ini pun banyak yang belum masuk. Kemungkinan Rp3,7 triliun nilai ekspor tahun 2024 mungkin terlampaui untuk tahun ini,” jelasnya.
Sukardi menjelaskan ekspor dilakukan sesuai kesepakatan dua belah pihak. Perusahaan di Kabupaten Pati ada yang melakukan ekspor seminggu hingga sebulan sekali.
“Kalau ekspor itu tergantung kesepakatan dua belah pihak, penjual di Indonesia dan pembeli di luar negeri, bisa perpekan, bisa per bulan tergantung,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






