Rembang, Mitrapost.com – Luas tanam komoditas tembakau di Kabupaten Rembang tahun 2025 mengalami peningkatan 100 hektar dibandingkan tahun lalu.
Sesuai data Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpang) Kabupaten Rembang, luas lahan tembakau di tahun 2025 ini tercatat sekitar 7.300 hektar. Data luas lahan tersebut merupakan hasil kemitraan dengan PT Sadhana Arifnusa, pabrik pengolahan tembakau di Rembang.
“Luasan tembakau di tahun 2025 di Kabupaten Rembang ini yang sudah terdaftar dan sudah bermitra dengan PT Sadhana kurang lebih 7.300 hektar,” ujar Kepala Bidang Perkebunan Dintanpang Kabupaten Rembang, Agus Supriyanto.
Menurut dia, luasan tanam tembakau di Kabupaten Rembang bisa lebih dari data yang dihimpun. Hal itu lantaran banyak petani yang melakukan penanaman secara mandiri atau tidak terafiliasi dengan PT Sadhana Arifnusa.
“Mestinya lebih 7.300 hektar, karena ada teman-teman kelompok atau teman-teman petani yang tidak bermitra dengan PT Sadana,” jelasnya.
Sebanyak 12 kecamatan sudah memiliki lahan tanam tembakau. Sementara, empat kecamatan di antaranya memiliki lahan terluas, yakni di Kecamatan Sumber, Sulang, Bulu, dan Pamotan.
“Hampir di 12 Kecamatan, paling banyak di Kecamatan Sumber, sulang, Bulu dan Pamotan. Paling besar di empat Kecamatan. Untuk di lain-lainnya ada, tapi cuma sedikit,” tutur dia.
Dengan peningkatan luasan tanam setiap tahunnya, menurutnya bakal menjadikan potensi tembakau di Kabupaten Rembang semakin bagus. Bahkan, dia mengatakan, kualitas tembakau saat ini di Rembang sudah diakui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Namun, petani tembakau di Rembang juga menghadapi kendala penjemuran saat pasca panen, utamanya di musim kemarau basah tahun ini.
“Untuk potensi tembakau di wilayah Rembang itu sangat bagus, bahkan hasilnya tembakau itu diakui oleh teman-teman provinsi bahkan kualitas tembakau dari Rembang itu bagus, tapi ada sedikit cara pengelolaan pasca panen (setelah panennya) kurang begitu bagus, artinya banyak hal-hal yang disepelekan,” jelasnya. (Adv)

Wartawan Mitrapost.com





