Mitrapost.com – Sejumlah relawan Cina datang untuk membantu evakuasi korban banjir bandang di Aceh. Namun, timbunan kayu di lokasi menjadi tantangan bagi para relawan yang melakukan operasi pencarian korban.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Sebelumnya, ia telah menerima lima relawan asal Cina untuk membantu evakuasi sejak Minggu (7/12/2025) dan menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana
“Hasil kerja mereka (relawan China) tidak semaksimal karena medan masih digenangi oleh kayu-kayu,” kata Mualem, dikutip CNN Indonesia.
Para relawan tersebut telah dilengkapi alat untuk mendeteksi keberadaan jenazah dalam lumpur. Tetapi, upaya tersebut sedikit mengalami hambatan karena banyaknya puing-puing kayu yang terbawa banjir bandang.
Mualem juga menyebutkan, selama dua hari upaya pencarian, para relawan tersebut sudah menemukan beberapa jenazah korban banjir di Aceh Utara. Setelahnya, mereka melakukan penyisiran di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
“Itu kewalahan mereka untuk mendapatkan mayat. Tapi saya dengar berita dua hari dia turun sudah dapat beberapa orang di Aceh Utara,” ujar Mualem.
“Mungkin mereka akan pindah ke Aceh Timur atau Aceh Tamiang untuk mendeteksi keberadaan mayat,” lanjut dia.
Kelima relawan asal Tiongkok tersebut dikerahkan ke sejumlah daerah paling parah terdampak bencana. Wilayah itu berada di pesisir timur Aceh, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang yang masih banyak lumpur.
“Mayat-mayat di Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh Tamiang masih dalam lumpur, jadi lumpur itu sampai sepinggang. Jadi mereka ada alat bantu kita,” jelas Mualem, Minggu (7/12/2025), dikutip Detik. (*)

Redaksi Mitrapost.com






