5 Harga Saham yang Berpotensi Naik pada 23 Desember 2025

Mitrapost.com Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan sesi I, Senin (22/12/2025) atau naik ke level 0,19 persen ke level 8.625,66. Secara sentimen umum, pasar saham menguat dan menunjukkan kondisi yang positif.

Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan stabil, sehingga mendukung kestabilan rupiah dan likuiditas perbankan. Kondisi ini kemungkinan membuat pergerakan harga yang cenderung mendatar, sehingga ideal untuk strategi scalping bagi trader aktif.

Sementara itu, berdasarkan analisis fundamental dan teknikal, berikut kami bagikan 5 saham perusahaan yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada Selasa, 23 Desember 2025 mendatang!

BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Harga saham BBRI pada Senin (22/12/2025) sesi I ditutup di angka Rp8.125 dilihat dari IDX Chanel. Saham ini diprediksi bisa naik kurang lebih 1,5–4% atau di kisaran harga Rp8.200- Rp8.500.

Berdasarkan analisis fundamental, bank blue-chip memiliki kinerja stabil dan kualitas aset yang baik. Selain itu, Bank Indonesia (BI) yang menjaga suku bunga mendukung pendapatan bunga bersih. Sementara, berdasarkan teknikalnya, harga saham patuh pada rane support dan resistance.

Meski demikian, Anda perlu waspada dengan risiko spread bisa melebar jika volatilitas makro meningkat. Spread merupakan selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) suatu saham. Artinya, semakin besar spread, semakin tinggi risiko pasar atau biaya transaksi.

BBRI –   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Harga saham BBRI pada Senin (22/12/2025) sesi I ditutup di angka Rp3.750 dilihat dari IDX Chanel. Saham ini diprediksi bisa naik kurang lebih 3–7% atau di kisaran harga Rp3.900- Rp4.000.

Berdasarkan analisis fundamental, bank yang berfokus pada kredit segmen UMKM berpotensi mengalami pertumbuhan kredit yang stabil. Sementara, analisis teknikalnya menunjukkan volatilitas intraday yang relatif tinggi, sehingga memberikan peluang profit baik untuk scalping.

Meski demikian, Anda harus waspada karena saham bank sensitif terhadap sentimen suku bunga dan kredit. Penurunan aliran modal asing bisa memperbesar volatilitas, terutama untuk saham perbankan.

TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Harga saham BBRI pada Senin (22/12/2025) sesi I ditutup di angka Rp3.450 dilihat dari IDX Chanel. Saham ini diprediksi bisa naik kurang lebih 2,5–5,5% atau di kisaran harga Rp3.500- Rp3.600.

Faktor yang mendukung kenaikan harga ini karena permintaan data dan digital services masih kuat di Indonesia. Selain itu, menurut teknikalnya, candlestick menunjukkan kesempatan entry/exit cepat atau ada reaksi pasar yang cepat karena ‘pertarungan kuat’ antara buyer dan seller dalam waktu singkat.

Namun, saham TLKM sering bergerak seiring sentimen pasar, terutama saat indeks mengalami tekanan, sehingga hal ini bisa mempengaruhi harga.

UNVR – Unilever Indonesia Tbk

Harga saham BBRI pada Senin (22/12/2025) sesi I ditutup di angka Rp2.690 dilihat dari IDX Chanel. Saham ini diprediksi bisa naik kurang lebih 2–5% atau di kisaran harga Rp2.700- Rp2.800.

Saham konsumer defensif, seperti Unilever, cenderung menarik untuk scalping ketika sektor lainnya bergerak datar (sidesways). Ini karena saham perusahaan yang produknya tetap dibutuhkan dalam kondisi apapun sering tetap aktif bergerak, sehingga masih ada peluang untung cepat untuk scalping.

Sementara, berdasarkan teknikalnya, ada pergerakan harga yang tidak tajam setiap hari atau spike intraday-nya kecil yang bisa dimanfaatkan. Namun, volatilitas moderat lebih rendah dibanding saham lain, sehingga profit target lebih kecil.

PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk

Harga saham BBRI pada Senin (22/12/2025) sesi I ditutup di angka Rp1.900 dilihat dari IDX Chanel. Saham ini diprediksi bisa naik kurang lebih 4–9% atau di kisaran harga Rp2.000- Rp2.100.

Berdasarkan fundamentalnya, sektor utilitas dengan permintaan energi yang relatif stabil. Sementara, menurut pola technical breakout dan increasing relative strength menunjukkan probabilitas kenaikan signifikan.

Namun, Anda tetap harus waspada dengan perubahan harga energi atau sentimen makro bisa cepat membalik arah. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati