Pati, Mitrapost.com – Sebanyak 22 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diusulkan menjadi Kampung Nelayan dan Budidaya tahun 2026 mendatang.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santoso mengatakan, di tahun 2025 ini, pihaknya mengusulkan empat desa untuk realisasi kampung nelayan. Namun, baru Desa Banyutowo di Kecamatan Dukuhseti yang terealisasi, sedangkan tiga lainnya belum memenuhi syarat.
“Sebenarnya kita mengusulkan empat untuk tahun ini, tetapi yang terealisasi hanya Banyutowo karena ada beberapa persyaratan yang masih kurang,” ujar Hadi.
Meski baru satu desa, pada tahun 2026 mendatang, pihaknya bakal mengusulkan 22 desa di Kabupaten Pati untuk menjadi Kampung Nelayan dan Budidaya. Untuk itu, pihaknya juga masih menunggu keputusan dari pusat.
“Di 2025 baru satu, kemudian di 2026 kita mengusulkan 22 kemarin, kita belum tahu karena belum ada keputusan,” jelasnya.
Diketahui, program Kampung Nelayan dan Budidaya ini merupakan instruksi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Tujuannya, untuk memberikan kesejahteraan bagi nelayan dan masyarakat pesisir.
Hadi turut menjelaskan, sejumlah sarana dan prasarana lain akan dibangun untuk menunjang kelancaran program tersebut.
“Bentuk program adalah satu infrastruktur dan sarana dan prasarana ada fisik itu pembangunan jalan lingkungan di lahan yang dibuat ada beberapa fasilitas nelayan, terus balai nelayan, perbekalan, bengkel terus fasilitas sanitasi WC kemudian tempat nelayan ini rumah singgah. Kemudian, gudang beku kemudian tambat kapal, kemudian SPBN pusat kuliner perikanan,” terang dia.
Pihaknya mengungkapkan, Kampung Nelayan dan Budidaya tahun 2026 akan berintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Diketahui, pemerintah pusat menargetkan 1.000 kampung nelayan dari tahun 2025 hingga 2027.
“Sehingga ada salah satu program yang dipadukan diintegrasikan dengan KDMP. Kemudian muncul program ini targetnya ada 1.000 kampung nelayan yang dibangun di tahun 2025, 2026, dan 2027,” tandasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com



