Mitrapost.com – Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani, menilai sejumlah syarat yang dapat dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia (RI) di 2026 sebesar enam persen, di antaranya dengan memprioritaskan beberapa hal.
Melansir dari Detik Finance, salah satunya adalah dengan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Dalam hal ini, Ajib menekankan pada kebijakan-kebijakan yang diterapkan kedepannya harus berfokus pada tenaga kerja.
“Karena masalah mendasar di Indonesia adalah pengangguran dan sektor informal yang menjadi beban ekonomi. Investasi perlu diarahkan pada sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja formal secara signifikan,” jelas Ajib dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (03/01/2026).
Kemudian, Ajib juga menyoroti bauran kebijakan fiskal dan moneter, di mana pemerintah diharuskan untuk memperkuat kantong kas negara sekaligus dengan memperbaiki kualitas penggunanya.
Selain itu, efisiensi biaya usaha universal sebagai agenda struktural utama yang membutuhkan komitmen kuat dari pemerintah. Untuk ini, prioritasnya berfokus pada pemangkasan biaya kepatuhan (cost of compliance), pembiayaan kompetitif, pengendalian biaya energi, logistik, dan tenaga kerja.
“Peningkatan produktivitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Penguatan link and match dunia usaha dan dunia industri dengan dunia pendidikan perlu diakselerasi,” katanya.
Ada pula tuntutan kenaikan upah yang harus diiringi dengan peningkatan produktivitas serta daya saing, karena persaingan ekonomi bukan hanya berasal dari antar daerah, melainkan hingga pada persaingan global dengan negara lainnya.
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok serta kontinuitas partisipasi aktif dunia usaha juga ditekankan, sebagai pondasi penting untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi 2026.
“Dengan beberapa catatan yang ada, pertumbuhan ekonomi 6% adalah possible, tapi pertumbuhan ekonomi 5,0-5,4% lebih achievable,” ucapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






