Mitrapost.com – Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Riady menyebut bahwa ketika sebuah wacana perumahan nasional (perumnas) kini dinilai terlalu berfokus pada rumah subsidi, justru pasar perumahan komersial lebih menyimpan potensi besar yang kerap luput dari bahasan.
“Semuanya bicara rumah subsidi, Padahal komersial kalau kita hari ini bicara, sepertinya seluruh ekosistem ini bicara mengenai FLPP. Padahal pasarnya yang lebih besar adalah yang non-FLPP yang adalah komersial,” kata James, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (17/01/2026).
Pernyataan yang disebutkan di dalam kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) ini dibarengi dengan penyebutan contoh pengalaman langsungnya ketika mendukung sebuah pengembangan daerah.
Fakta tersebut justru berpeluang lebih besar di tengah anggapan pinggiran yang selama ini kurang mendapat banyak sorotan. Permintaan rumah komersial di wilayah tersebut justru terbilang sangat tinggi.
“Saya baru mensponsori satu developer dari Palembang. Dia ada tanah di Purwakarta, saya bilang udah kita membiayai semuanya. Itu kan tempat di kampung. Ternyata itu yang komersialnya itu demand-nya luar biasa. Jadi potensinya itu luar biasa,” ucapnya.
Meski begitu, fokus awal pemerintah pada rumah subsidi disebut bukanlah tanpa alasan. Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) menyebut kehadiran negara yang didahulukan bagi masyarakat yang membutuhkan, sebelum mendorong sektor perumahan lainnya untuk dapat bergerak lebih luas.
“Hampir enam bulan pertama perhatian saya adalah rumah subsidi, saya akui. Karena sebagai pemerintah, sebagai negara, saya harus berpihak prioritas pertama saya, tujuh bulan pertama saya jadi menteri itu rumah subsidi. Karena menurut saya solusi untuk 9,9 juta yang nggak punya rumah adalah rumah subsidi,” jelas Ara. (*)

Redaksi Mitrapost.com






